Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dishub Petakan Titik Rawan Macet di Maros saat Nataru, Batas Kota hingga SPBU Jadi Perhatian

Berdasarkan hasil pemetaan Dinas Pehubungan Maros, terdapat sejumlah titik yang berpotensi macet

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
NATARU MAROS - Suasana jalur Maros-Makassar yang kerap macet saat sore hari. Berdasarkan hasil pemetaan Dinas Pehubungan Maros, terdapat sejumlah titik yang berpotensi macet, utamanya saat malam tahun baru mendatang. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Bagi Pengendara yang hendak melintas di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) harus waspada pada sejumlah titik macet.

Berdasarkan hasil pemetaan Dinas Pehubungan Maros, terdapat sejumlah titik yang berpotensi macet, utamanya saat malam tahun baru mendatang.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Maros, Muhammad Darwis, mengatakan lonjakan mobilitas biasanya terjadi di jalur perlintasan utama, kawasan pusat aktivitas masyarakat, hingga sekitar SPBU.

“Untuk titik macet di Kabupaten Maros, pertama berada di batas Kota Makassar–Maros. Ini jalur utama keluar masuk kendaraan sehingga sering terjadi perlambatan arus,” katanya, dikonfirmasi Wartawan Tribun Timur, Nurul Hidayah, Jumat (26/12/2025).

Selain itu, kemacetan juga kerap terjadi di kawasan Bulu-bulu, Desa Marumpa. 

“Titik berikutnya di sekitar Graha Cemerlang dan Grand Mall,” jelasnya.

Darwis juga menyebut SPBU menjadi salah satu titik rawan kemacetan, khususnya ketika terjadi antrean pengisian solar.

“Biasanya kalau ada antrean solar atau kelangkaan BBM jenis solar, kendaraan bisa mengular sampai ke badan jalan,” katanya.

Titik lainnya yang masuk dalam daftar rawan macet adalah Jembatan Timbang Maccopa, SPBU Buttatoa, serta Jembatan Maros yang merupakan jalur utama penghubung antar wilayah.

Jika terjadi kemacetan, kata dia, pengendara bisa mengambil jalur alternatif seperti Pattene tembus ke Maros Barus.

"Atau bisa juga Lewat Moncongloe tembus Simbang, Bantimurung," bebernya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dishub Maros menyiagakan sebanyak 67 personel selama Nataru, termasuk kendaraan operasional derek.

“Personel Dishub yang kami siagakan sebanyak 67 orang, termasuk kendaraan derek untuk penanganan cepat bila ada gangguan lalu lintas,” ungkapnya.

Pengamanan Nataru juga melibatkan aparat Polres Maros

Satlantas Polres Maros menurunkan personel di sejumlah Pos Pengamanan (Pos PAM), seperti di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Pos PAM Grand Mall, Pos PAM PTB, Pos PAM Tambua, dan Pos PAM Kappang di Kecamatan Cenrana.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved