Penyebab Lain Harga Bahan Pokok di Maros Melonjak, Cabai Rawit Rp60 Ribu Per Kilogram
Pedagang, Mitha Makmur mengatakan kenaikan harga paling terasa pada komoditi bawang merah.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
BAHAN POKOK - Pedagang, Mitha Makmur sedang berjualan di lodsnya di Pasar Batangase, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (17/12/2025). Ia mengatakan sejumlah komoditas bahan pangan merangkak naik jelang Natal dan Tahun Baru 2026.
"Mereka mengurangi kalau biasa ambil 1/2 kilogram, sekarang sisa 1/4. Ada yang bisa mengerti ada juga yang langsung kabur kalau tau harganya," bebernya.
Salah satu pembeli, Khadijah mengaku cukup terbebani dengan tingginya harga bahan pokok saat ini.
Apalagi, kenaikan harga terjadi tak hanya pada satu komoditi saja, tapi hampir seluruh bahan pokok harganya melonjak tajam.
"Sepandai-pandainya saja mengatur bagaimana, dikurangi pembeliannya, karena kalau mau belanja langsung banyak, boncos juga," bebernya.
Ia pun berharap pemerintah bisa turun tangan menstabilkan harga bahan pokok di pasaran.
"Apalagi ini mau tahun baru, pasti banyak orang yang mau bikin acara sama keluarganya, jadi butuh banyak bahan pokok," tutup ibu empat anak ini.
Baca Juga
| Puluhan Ribu Hektare Sawah di Maros Berpotensi Kekeringan, Pemkab Antisipasi Gagal Panen |
|
|---|
| 111 Warga Maros Lepas Status Penerima Bansos PKH |
|
|---|
| Harga Plastik di Maros Merangkak Naik, Gelas Plastik Isi 50 Dijual Rp15 Ribu |
|
|---|
| Stok Langka, Harga Minyak Goreng Subsidi di Maros Naik |
|
|---|
| Nasib Havid S Fasha Terancam, Wawan Mattaliu jadi Penantang Kuat Petahana di Muscab PKB Maros |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BAHAN-POKOK-Pedagang-Mitha-Makmur.jpg)