Penyebab Lain Harga Bahan Pokok di Maros Melonjak, Cabai Rawit Rp60 Ribu Per Kilogram
Pedagang, Mitha Makmur mengatakan kenaikan harga paling terasa pada komoditi bawang merah.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Harga komoditas bahan pokok di Pasar Batangase, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan terus merangkak naik jelang Natal dan Tahun Baru 2026.
Selain mahal, stok bahan pokok juga terbatas dari distributor.
Kenaikan harga disebut pedagang mulai terjadi sejak akhir November 2025.
Pedagang, Mitha Makmur mengatakan kenaikan harga paling terasa pada komoditi bawang merah.
Jika sebelumnya bawang merah hanya dijual di kisaran Rp40 ribu perkilogram, kini melonjak hingga Rp60 ribu perkilogram.
Kemudian disusul cabai rawit dari harga Rp35 naik menjadi 60 ribu per kilogram.
Kacang tanah dari harga Rp28 ribu, kini dijual dengan harga Rp35 ribu per kilogram.
Gula merah sebelumnya hanya Rp18 ribu perkilogram kini merangkak hingga Rp25 ribu per kilogram.
"Telur bahkan sudah tidak pernah turun dari harga Rp50 ribu," bebernya di lods dagangannya yang tak jauh dari pintu masuk pasar, Rabu (17/12/2025).
Ia mengatakan kenaikan harga pada bawang merah dan cabai dipengaruhi cuaca buruk.
Cuaca buruk berdampak pada hasil panen petani sehingga mempengaruhi stok barang pedagang.
Sementara untuk kacang tanah, kata Mitha, tidak ada barang impor yang masuk, sehingga produksi lokal justru meningkat harganya.
"Kalau telur, selama ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang sudah tidak pernah turun," imbuhnya.
Mitha menyebutkan kenaikan harga ini sangat mempengaruhi daya beli konsumen.
Menurutmya, sebagian konsumen, mengurangi jumlah belanjaan mereka dari yang biasanya.
"Mereka mengurangi kalau biasa ambil 1/2 kilogram, sekarang sisa 1/4. Ada yang bisa mengerti ada juga yang langsung kabur kalau tau harganya," bebernya.
Salah satu pembeli, Khadijah mengaku cukup terbebani dengan tingginya harga bahan pokok saat ini.
Apalagi, kenaikan harga terjadi tak hanya pada satu komoditi saja, tapi hampir seluruh bahan pokok harganya melonjak tajam.
"Sepandai-pandainya saja mengatur bagaimana, dikurangi pembeliannya, karena kalau mau belanja langsung banyak, boncos juga," bebernya.
Ia pun berharap pemerintah bisa turun tangan menstabilkan harga bahan pokok di pasaran.
"Apalagi ini mau tahun baru, pasti banyak orang yang mau bikin acara sama keluarganya, jadi butuh banyak bahan pokok," tutup ibu empat anak ini.
| Puluhan Ribu Hektare Sawah di Maros Berpotensi Kekeringan, Pemkab Antisipasi Gagal Panen |
|
|---|
| 111 Warga Maros Lepas Status Penerima Bansos PKH |
|
|---|
| Harga Plastik di Maros Merangkak Naik, Gelas Plastik Isi 50 Dijual Rp15 Ribu |
|
|---|
| Stok Langka, Harga Minyak Goreng Subsidi di Maros Naik |
|
|---|
| Nasib Havid S Fasha Terancam, Wawan Mattaliu jadi Penantang Kuat Petahana di Muscab PKB Maros |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BAHAN-POKOK-Pedagang-Mitha-Makmur.jpg)