UNM Turunkan Puluhan Dosen ke Maros, PKM Terpadu Sasar Sekolah dan Masyarakat
UNM berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang relevan, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat
Ringkasan Berita:
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) secara resmi menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Terpadu di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan Rabu (22/4/2026).
Agenda ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H., dan dihadiri oleh Plt. Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., Sekretaris LP2M UNM, Wakil Rektor II dan IV, Dekan Fakultas MIPA dan Dekan Fakultas Kedokteran, para dosen pengabdi, dan Ketua IKA UNM Cabang Maros.
Dalam pembukaannya, Bupati Maros Chaidir Syam mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan PKM Terpadu UNM yang dinilai sebagai bentuk sinergi positif antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Maros menyampaikan bahwa sinergi yang telah berlangsung selama ini telah memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia di kabupaten Maros.
Plt. Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., dalam sambutannya, menegaskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian integral dari peran UNM sebagai institusi pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.
UNM berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang relevan, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.
Sekretaris LP2M UNM, Prof. Amirullah, S.Pd., M.Ed., Ph.D., secara terpisah, menjelaskan bahwa program PKM Terpadu tahun 2026 dirancang secara kolaboratif dengan tujuan memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Maros.
Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Didin Halim, M.Pd., melaporkan bahwa kegiatan PKM Terpadu tahun ini melibatkan 48 dosen pengabdi yang mengusung 16 judul program PKM, yang dilaksanakan secara terstruktur di berbagai lokasi mitra.
Adapun lokasi kegiatan mencakup 6 titik kemitraan di sektor pendidikan, yang melibatkan siswa dan guru di tingkat SMP, SMA, dan MAN di beberapa kecamatan di Kabupaten Maros, termasuk Kecamatan Bontoa.
Selain itu, terdapat 3 lokasi mitra berbasis masyarakat di Kecamatan Bontoa Desa Pajjukukang, yang difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui program-program aplikatif dan berbasis kebutuhan lokal.
Dalam penutupan laporannya, Ketua panitia pelaksana menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Bupati Maros yang telah bersedia berkolaborasi dan memberikan ruang kepada LP2M UNM dalam mewujudkan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Di samping itu, Didin Halim juga berharap dapat memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Maros serta mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan PKM Terpadu ini mencakup berbagai bidang strategis, antara lain pelatihan peningkatan kompetensi guru, usaha mikro dan ekonomi kreatif, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran dan kewirausahaan.
| Edukasi Digital di Era AI, Dosen UNM Bekali Siswa SMK 10 Makassar Komunikasi Sehat |
|
|---|
| Kronologi Remaja 18 Tahun Meninggal Usai Tabrak Truk di Depan SPBU Kasuarrang Maros |
|
|---|
| SPBU Modern di Pattene Maros Beroperasi: Dexlite Rp24.150 dan Pertamax Rp12.600 / liter |
|
|---|
| Lebih Hemat dan Praktis, Harga Tabung LPG 12 Kg di Maros Tembus Rp255 Ribu |
|
|---|
| Kenaikan Harga Cabai Tidak Dipengaruhi BBM, Tapi Akibat Cuaca |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260422-Farida-mou-maros.jpg)