Hari Guru
Chaidir Syam Pastikan Guru Pelosok Maros Dapat Penghargaan Hari Guru
Chaidir juga menekankan, jika piagam penghargaan diberikan langsung oleh dirinya kepada sejumlah guru yang hadir.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Bupati Maros, Sulawesi Selatan Chaidir Syam memastikan guru kolong penggerak pendidikan di pelosok Tompobulu juga mendapat penghargaan pada Hari Guru.
Perayaan Hari Guru Nasional digelar di Lapangan Pallantikang, Pemkab Maros, Senin (25/11/2025) kemarin.
Chaidir Syam menegaskan penentuan nama-nama penerima penghargaan sepenuhnya diusulkan Dinas Pendidikan (Disdik) Maros, berdasarkan data dan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.
“Nama penerima ditentukan oleh Dinas Pendidikannya,” singkat Chaidir Syam kepada wartawan Tribun-maros.com, Nurul Hidayah, terkait siapa pihak yang mengusulkan dan menentukan daftar penerima penghargaan, Selasa (25/11/2025).
Chaidir Syam saat ini berada di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, menerima penghargaan keberhasilan Maros menurunkan angka stunting secara signifikan.
Acara penyerahan penghargaan digelar di Green Forest Bogor.
Chaidir juga menekankan, jika piagam penghargaan diberikan langsung oleh dirinya kepada sejumlah guru yang hadir.
Termasuk guru SD di Dusun Bara yang merupakan kelas jauh dari sekolah induk SDN 238 Inpres Bontoparang.
“Malah saya yang kasi penghargaan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan informasi yang menyebut tidak ada guru sekolah kolong atau guru pelosok dalam penerima penghargaan merupakan informasi yang kurang lengkap.
“Semua diberikan penghargaan termasuk guru sekolah kolong, TNI yang jadi guru, dan lain-lain, jadi kurang lengkap infonya,” katanya.
Menurutnya, seluruh penerima penghargaan telah melalui proses pendataan oleh Dinas Pendidikan.
Mantan Ketua DPRD Maros itu sudah menerima langsung data penerima penghargaan tersebut dari pihak dinas.
“Saya minta datanya. Karena kemarin lebih 100-an penerima penghargaan, karena guru penulis yang menghasilkan buku saja sudah 50 orang,” ujarnya.
Namun, Chaidir mengakui sempat terjadi keterlambatan penyampaian informasi terkait undangan kepada sebagian pihak, sehingga memicu kesalahpahaman di publik.
| Ketua PGRI: Kriminalisasi Guru Bisa Dicegah Lewat Pendekatan Edukasi dan Restorative Justice |
|
|---|
| Hari Guru Nasional, Abdul Muis: Generasi Muda Butuh Bimbingan Nilai Moral, Bukan Hanya Teknologi |
|
|---|
| Sanggar Mappakalebbi SMPN 11 Makassar Persembahkan Tarian Kolosal di Sela Upacara Hari Guru Nasional |
|
|---|
| Mulai 2026, Tunjangan Guru Honorer di Sulsel Naik Rp100 Ribu |
|
|---|
| Video: 6 Tokoh Masyarakat dan Organisasi di Maros Terima Penghargaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/GURU-MAROS-Perayaan-Hari-Guru-Nasional.jpg)