Flyover Tompoladang Maros Dilarang Jadi Tempat Jualan, 10 Pedagang Ditertibkan
Flyover Tompoladang dilarang jadi tempat jualan. 10 pedagang ditertibkan demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Sebagian besar warga lokal Desa Padaelo, sisanya dari luar daerah, seperti penjual bakso keliling dan penjual buah.
Kemal berharap langkah ini menciptakan ketertiban dan keselamatan, mengingat flyover Tompoladang merupakan jalur penghubung antarkecamatan.
“Kalau dibiarkan, bukan hanya lalu lintas yang terganggu, tapi juga berisiko menimbulkan kecelakaan,” jelasnya.
Salah satu pengguna jalan, Bakri, mendukung penuh kebijakan tersebut.
Ia menyebut keberadaan lapak di tepi flyover sering menyebabkan kemacetan mendadak.
“Kalau ramai, motor dan mobil harus pelan karena ada pembeli yang berhenti tiba-tiba. Sangat berisiko, apalagi jalan di situ menurun,” ujar Bakri.
Ia berharap penertiban dilakukan secara tegas demi keselamatan pengguna jalan.
“Kalau bisa cepat ditertibkan, demi keselamatan semua,” katanya. (*)
| Sapi Bali dan Simental Jadi Primadona Pembeli Meski Harganya Naik Rp 1 Juta |
|
|---|
| Serbuan Pengusaha Gabah Luar Daerah, 21 Penggilingan Padi Bulukumba Terancam 'Lumpuh' |
|
|---|
| Kisah Keringat |
|
|---|
| Sinergi Global di Maros, ICon-FiBank dan IPRC Gelar Pengabdian Masyarakat Lintas Negara |
|
|---|
| Geng Motor Makassar Serang Asrama Polisi, Kriminolog UNM: Boomerang Bagi Kapolda Sulsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-10-8-FLYOVER-TOMPOLADANG.jpg)