Muharram Bukan Bulan Naas, Ini Makna dan Pesan Optimisme dalam Tahun Baru Islam
Di balik datangnya bulan pertama dalam Islam itu, tersimpan pesan optimisme, harapan, serta ajakan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Bulan Muharram bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah.
Di balik datangnya bulan pertama dalam Islam itu, tersimpan pesan optimisme, harapan, serta ajakan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Institut Agama Islam (IAI) DDI Mangkoso, Prof. Dr. Muhammad Agus mengenai makna Muharram.
Ia menekankan bahwa Rasulullah SAW telah mencontohkan umatnya untuk menyambut pergantian bulan dengan doa dan harapan baik.
Disebutkan, salah satu tuntunan Nabi Muhammad SAW ketika memasuki bulan baru adalah memanjatkan doa kepada Allah SWT agar bulan yang datang menjadi bulan yang dipenuhi kebaikan dan petunjuk.
"Segala puji bagi Allah yang telah membawa pergi bulan ini dan mendatangkan bulan ini. Jika pergantian itu dari Zulhijjah menuju Muharram, maka Rasulullah mengajarkan doa yaitu Alhamdulillahilladzi zahaba bi syahri Dzulhijjah wa jaa'a bi syahri Muharram," ujarnya Profesor Agus saat dikonfirmasi melalu pesan WhatsApp, Selasa (16/6/2026).
Doa tersebut bermakna segala puji hanya milik Allah yang telah membawa pergi bulan Zulhijjah dan mendatangkan bulan Muharram.
Menurutnya, doa itu bukan sekadar ucapan rutin, tetapi mengandung makna mendalam.
"Di samping kita memohon petunjuk dan kebaikan dari Allah, sebenarnya dalam menyambut bulan baru terdapat doa tafaul, yaitu menjadikan bulan ini sebagai simbol datangnya kebaikan dan petunjuk," katanya.
Ia menjelaskan, penetapan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah juga berkaitan erat dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah yang kemudian dijadikan dasar penanggalan Islam.
Pada masa Rasulullah SAW, umat Islam telah mengenal nama bulan dan tanggal.
Namun, belum ada penetapan tahun sebagaimana kalender Hijriah saat ini.
"Baru pada masa Sayyidina Umar bin Khattab ditetapkan tahun Hijriah. Ketika itu terjadi diskusi yang cukup panjang di antara para sahabat mengenai peristiwa apa yang akan dijadikan patokan," jelasnya.
Prof Agus menjelaskan bahwa ada yang mengusulkan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai awal kalender Islam.
Sebagian lainnya mengusulkan peristiwa Isra Mikraj.
| Kontrak Tak Diperpanjang, Alex Tank Pemain Asing Pertama Pamit dari Skuad PSM Makassar |
|
|---|
| Brace Achmad Fahresi Bawa Bone FC ke Perempat Final Sidrap Cup |
|
|---|
| Hijrah Ekologis: Sebuah Amanah Peradaban |
|
|---|
| Perumda Parkir Makassar Raya Incar Pengelolaan Parkir Ramayana |
|
|---|
| Update Bursa Transfer PSM Makassar: 3 Pemain Dilepas Termasuk Reza Arya Pratama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Muhammad-Agus-2026-66.jpg)