Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Muharram Bukan Bulan Naas, Ini Makna dan Pesan Optimisme dalam Tahun Baru Islam

Di balik datangnya bulan pertama dalam Islam itu, tersimpan pesan optimisme, harapan, serta ajakan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Hardiyanti Kamaluddin
MUHARRAM - Prof. Dr Muhammad Agus, S, THi, M. THi menjelaskan tentang makna Tahun Baru Hijriah, 1 Muharram 1448, Selasa (16/6/2026). Bulan Muharram adalah simbol untuk berpindah dari hal yang buruk menuju hal yang baik. 

Namun akhirnya, para sahabat sepakat menjadikan hijrah Nabi dari Mekkah ke Madinah sebagai titik awal penanggalan Islam.

"Peristiwa hijrah dipilih karena mengandung makna perjuangan meninggalkan sesuatu yang buruk menuju sesuatu yang lebih baik. Di sana tersirat optimisme agar hari esok lebih baik daripada hari-hari sebelumnya," tuturnya.

Ia juga mengungkapkan fakta menarik mengenai Muharram.

Meski Nabi Muhammad SAW berhijrah pada bulan Rabiul Awal, Muharram justru ditetapkan sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah.

Menurutnya, ada dua hikmah di balik keputusan tersebut.

"Pertama, karena Rasulullah telah berniat untuk berhijrah sejak bulan Muharram meskipun pelaksanaannya terjadi pada Rabiul Awal. Ini menjadi isyarat bahwa niat baik telah dicatat dan dinilai oleh Allah, sekalipun belum sempat diwujudkan," lanjutnya.

Ia mengutip hadis Nabi SAW yang berbunyi, Niyyatul mu'min khairun min 'amalihi, yang berarti niat seorang mukmin lebih baik daripada amalnya.

"Kalau belum mampu melakukan kebaikan, paling tidak jangan berhenti berniat untuk berbuat baik. Sebab niat baik itu sudah memiliki nilai di sisi Allah SWT," ujarnya.

Hikmah kedua berkaitan dengan posisi Muharram yang datang setelah berakhirnya bulan Zulhijjah.

Zulhijjah merupakan bulan pelaksanaan ibadah haji.

Berakhirnya bulan tersebut menandai kembalinya para jamaah haji ke tanah air dalam keadaan suci setelah menunaikan rukun Islam kelima.

"Karena itu, Muharram dijadikan sebagai bulan pertama dengan harapan kita memasuki tahun baru dengan semangat kesucian sebagaimana sucinya para jamaah haji setelah menyelesaikan ibadah hajinya," tuturnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk meluruskan pemahaman yang masih menganggap Muharram sebagai bulan yang identik dengan kesialan atau musibah.

"Datangnya bulan Muharram bukan datangnya keburukan. Muharram adalah simbol datangnya kebaikan dan keselamatan. Karena itu, anggapan bahwa Muharram merupakan bulan naas harus diubah. Justru bulan ini mengajarkan optimisme, harapan, dan semangat untuk menjadi lebih baik," tutupnya.

 

 

Laporan ReporterSidrap: Hardiyanti Kamaluddin

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
VS
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved