Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Alasan DEMA UIN Makassar Serukan Demo Reformasi Jilid II

Aqil ‎menilai watak pemerintah Prabowo memiliki kemiripan dengan kondisi pada masa Orde Baru

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Makmur
DEMO MAHASISWA - Dewan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar mengangkat kata Reformasi Jilid II sebagai tema utama dalam aksi demonstrasi yang dilaksanakan di ujung Jalan AP Pettarani, tepatnya di bawah fly over, Kota Makassar, Senin (15/6/2026). ‎Ketua Dewan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Aqil Abdan Syakuran menjelaskan pemerintahan Presiden Prabowo saat ini mengikuti pola pemerintahan Presiden Soeharto. 
Ringkasan Berita:
  • Aqil Abdan Syakuran menjelaskan alasan mereka menggunakan tema tersebut yang dituliskan di spanduk utama aksi
  • ‎Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo saat ini mengikuti pola pemerintahan Presiden Soeharto
  • ‎Ia menilai watak pemerintahan yang tidak mau mendengar kritik memiliki kemiripan dengan kondisi pada masa Orde Baru

 

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dewan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar mengangkat kata Reformasi Jilid II sebagai tema utama dalam aksi demonstrasi yang dilaksanakan di ujung Jalan AP Pettarani, tepatnya di bawah fly over, Kota Makassar, Senin (15/6/2026).

‎Ketua Dewan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Aqil Abdan Syakuran menjelaskan alasan mereka menggunakan tema tersebut yang dituliskan di spanduk utama aksi.

‎Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo saat ini mengikuti pola pemerintahan Presiden Soeharto.

‎Ia menilai watak pemerintahan yang tidak mau mendengar kritik memiliki kemiripan dengan kondisi pada masa Orde Baru.

‎“Pemerintahan saat ini itu mirip dengan Soeharto. Cara pemerintahannya tidak mau mendengar. Banyak persoalan negara diabaikan,” jelasnya kepada Tribun Timur saat diwawancarai di sela aksi.

‎Aqil kemudian memaparkan sejumlah isu yang menurutnya saat ini banyak dipersoalkan oleh masyarakat.

‎Di antaranya pelemahan rupiah, naiknya harga BBM, persoalan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kembalinya militer ke ranah sipil, hingga pengesahan RUU Polri.

‎Menurut Aqil, pemerintah belum menunjukkan tindakan nyata dalam merespons sejumlah persoalan tersebut. Bahkan, menurutnya suara rakyat cenderung tidak mendapat perhatian.

‎“Bahkan Pak Presiden berpidato bahwa dollar tidak dipakai di masyarakat desa,” ucapnya.

‎Aqil secara khusus menyoroti Program Makan Bergizi Gratis.

‎Menurutnya, program tersebut berdampak terhadap kondisi keuangan negara dan perlu dilakukan pembenahan tata kelola.

‎“Kami merespon persoalan APBN yang tidak jelas alirannya. Ini dimulai dari munculnya MBG, porak poranda anggaran kita, terutama anggaran pendidikan,” ucapnya.

‎Ia menuntut persoalan MBG tersebut diperbaiki, terutama dari sisi tata kelola dan pengelolaannya.

‎Dalam aksi demonstrasi tersebut, para mahasiswa membentangkan spanduk, membakar ban, dan berorasi di tengah persimpangan jalan, di bawah fly over.

‎Lalu lintas kendaraan tersendat namun tidak sampai tertutup total.

‎Kendaraan tetap bisa melalui jalan yang dibuka di samping kerumunan pendemo.

‎Aqil menegaskan bahwa mereka akan terus menyuarakan aspirasi apabila tuntutan yang disampaikan tidak mendapat respons.

‎“Mungkin satu pekan ke depan kami akan membawa massa lebih besar apabila aspirasi kami tidak didengar,” tuturnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
VS
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved