Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Dari Donggala ke Makassar, Jejak Warda Membangun Kebersamaan di Panaikang

ia meninggalkan kampung halamannya menuju Kota Daeng dengan satu tujuan sederhana, yakni mencari pekerjaan

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
PROFIL RW - Ketua RW 003 Panaikang Warda, difoto di Makassar, April 2026. Dulu urus gaji kariawan, sekarang Warda pimpin 1.500 KK di Panaikang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Merantau dari Donggala ke Makassar pada usia muda menjadi titik awal perjalanan panjang hidup Warda, perempuan kelahiran 19 September 1979 itu.

Di usia 20 tahun, tepat pada 1999, ia meninggalkan kampung halamannya menuju Kota Daeng dengan satu tujuan sederhana, yakni mencari pekerjaan dan mengubah nasib.

Namun saat itu, ia belum pernah membayangkan bahwa langkah kecilnya di tanah rantau akan membawanya pada amanah besar menjadi memimpin lingkungan dan mengayomi ribuan warga di Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang.

Ia bergabung sebagai staf administrasi di pusat perbelanjaan Harapan Baru. Selama kurang lebih 12 tahun, Warda berkutat dengan data, angka, dan urusan administrasi perusahaan, termasuk pengelolaan gaji karyawan.

Pekerjaan yang menuntut ketelitian itu ia jalani dengan konsisten, membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab dalam dirinya.

Ia aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan, menjadikan ruang sosial sebagai tempat belajar yang lain dari ruang kantor.

Dari Laskar Merah Putih (LMP), pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kecamatan Panakkukang, hingga kini sebagai Korcam Serikandi APPI, ia terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial.

Keterlibatannya di organisasi membuatnya semakin dekat dengan warga.

Ia terbiasa turun langsung membantu persoalan sosial di lingkungan, dari hal kecil hingga kebutuhan mendesak masyarakat.

Dari perjalanan panjang itu, kepercayaan perlahan tumbuh.

Warda kemudian dipercaya menjadi Ketua RW 003 Kelurahan Panaikang.

Kini, RW 003 yang ia pimpin terdiri dari 11 RT dengan sekitar 1.500 kepala keluarga.

Di tengah dinamika warga yang beragam, Warda memilih untuk bergerak dari hal paling dekat dengan lingkungan.

Salah satu program yang ia dorong adalah urban farming.

Lahan-lahan kosong di sekitar pemukiman disulap menjadi kebun produktif.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved