Haji 2026
Kisah Hj Jumariah Dibalas Pelukan Hangat dari Bupati Maros
Pantauan Tribun-Timur.com di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Chaidir Syam terlihat menghampiri Hj Jumariah.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Suasana hangat mewarnai kedatangan jamaah haji Kloter 14 Debarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang, Kamis (11/6/2026).
Di tengah ratusan jamaah yang baru kembali dari Tanah Suci, perhatian tertuju pada momen saat Bupati Maros, Chaidir Syam, merangkul Hj Jumariah (70), ikon haji 2026 yang kisahnya dikenal hingga Arab Saudi.
Hj Jumariah sendiri tergabung dalam kloter 14 Debarkasi Makassar.
Kloter itu terdiri dari 393 jamaah haji asal Kabupaten itu.
Pantauan Tribun-Timur.com di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Chaidir Syam terlihat menghampiri Hj Jumariah.
Dengan senyum lebar, orang nomor satu di Kabupaten Maros itu merangkul bahu Hj Jumariah.
Momen tersebut langsung menarik perhatian jamaah lain yang berada di sekitar lokasi.
Sejumlah petugas tampak mengabadikan pertemuan antara kepala daerah dengan perempuan yang dikenal luas karena perjuangannya mengumpulkan biaya haji selama bertahun-tahun.
Hj Jumariah sendiri tampil mencolok dengan busana bernuansa hitam dan emas yang berkilau.
Ia mengenakan gaun hitam berhias bordir serta payet emas yang menghiasi bagian dada hingga kerah.
Penutup kepala berwarna emas dengan taburan payet membuat penampilannya semakin menonjol di tengah kerumunan jamaah.
Meski menjadi pusat perhatian, Hj Jumariah terlihat tetap tenang.
Senyum tipis terus menghiasi wajahnya saat menyambut sapaan dari berbagai pihak.
Di sampingnya, Chaidir Syam tampak beberapa kali berbincang dan menunjukkan ekspresi bangga.
Chaidir Syam, mengaku bangga atas kepulangan jamaah haji asal Maros dan Hj Jumariah yang telah berhasil menunaikan ibadah haji setelah perjuangan panjang yang dilaluinya.
“Ya, yang paling utama kita bahagia karena Ibu Hajjah Jumariah ini sebagai simbol keberangkatan haji Indonesia,” katanya kepada Tribun-Timur.com.
Menurutnya, Hj Jumariah bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Maros, tetapi juga telah menjadi representasi jamaah haji Indonesia di mata dunia.
“Bukan cuma Maros, cuma haji Indonesia yang sudah di-endorse oleh Kementerian Agama Saudi, oleh pihak-pihak Saudi,” ujarnya.
Ia mengaku, kisah Hj Jumariah menjadi inspirasi karena menunjukkan bahwa niat yang kuat dan usaha yang konsisten dapat mengantarkan seseorang mewujudkan impian beribadah ke Tanah Suci.
“Di mana beliau ini dengan gigih menabung setiap harinya, apa hasilnya sehingga alhamdulillah bisa berangkat haji,” ungkapnya.
Politisi PAN itu menyampaikan rasa syukur atas kepulangan Hj Jumariah dalam keadaan sehat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Maros mendoakan, dan alhamdulillah Ibu Hajjah Jumariah sudah memenuhi hasratnya, keinginannya yang begitu luar biasa,” jelasnya.(*)
| Tak Punya Anak Kandung, Nenek Jumariah Persembahkan Sekoper Oleh-oleh Haji untuk Cucu Tetangga |
|
|---|
| 15 Tahun Menunggu, Jemaah Haji Asal Maros Pulang dari Tanah Suci Bawa Unta untuk Cucu |
|
|---|
| Warga Sherly Tjoanda Laos Nginap Semalam di Asrama Haji Sudiang Sebelum Pulang ke Maluku Utara |
|
|---|
| Kloter 13 Debarkasi Makassar Tiba, Satu Jamaah Haji Maluku Utara Wafat di Tanah Suci |
|
|---|
| Klinik Satelit Sektor 2 Madinah Layani Puluhan Jamaah, Keluhan ISPA Dominasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Chaidir-Syam-2026-66.jpg)