Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Tak Punya Anak Kandung, Nenek Jumariah Persembahkan Sekoper Oleh-oleh Haji untuk Cucu Tetangga

Bukan berisi emas atau barang mahal, koper milik Nenek Jumariah justru penuh dengan boneka, cokelat, kurma, dan pakaian anak-anak.

Tayang:
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Sakinah Sudin
MCH 2026
OLEH-OLEH HAJI - Potret Nenek Jumariah, lansia asal Sulsel jamaah haji Kloter 14 Debarkasi Makassar (UPG) 14, di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Rabu (10/6/2026). Nenek Jumariah pulang dengan koper penuh boneka, kurma, dan cokelat untuk cucu-cucu di dekat rumahnya. 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH - Di antara ribuan koper jamaah haji Indonesia yang berjejer di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, ada satu koper yang menyimpan kisah berbeda. 

Bukan berisi emas, sajadah mahal, atau barang-barang bernilai tinggi, koper milik Nenek Jumariah justru penuh dengan boneka, cokelat, kurma, dan pakaian anak-anak.

Lansia tangguh asal Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tergabung dalam Kloter 14 Debarkasi Makassar (UPG 14) itu menjadi salah satu sosok yang mencuri perhatian selama penyelenggaraan Haji 2026

Kehidupannya yang sederhana sebagai buruh tani sebatang kara membuat banyak orang tersentuh.

Menjelang kepulangannya ke Indonesia, Rabu (10/6/2026), Nenek Jumariah tampak duduk tenang di ruang tunggu bandara. 

Wajahnya memancarkan kebahagiaan yang sulit disembunyikan. 

Di balik koper yang akan dibawanya pulang, tersimpan cerita tentang kasih sayang yang tak pernah mengenal batas.

Saat ditanya mengenai uang yang masih dimilikinya, Nenek Jumariah mengaku hampir tidak lagi memegang Riyal.

"Sudah tidak ada uang Riyal. Ada uang Rp500 ribu, saya simpan untuk nanti sampai di Indonesia jadi belanja," ujar Nenek Jumariah sambil tersenyum.

Selama berada di Tanah Suci, Nenek Jumariah beberapa kali menerima bantuan dari para dermawan yang terharu melihat kesederhanaannya. 

Namun uang yang diterimanya tidak ia simpan untuk kepentingan pribadi.

Sebaliknya, seluruhnya dibelanjakan untuk membeli oleh-oleh.

Yang membuat kisah ini semakin menyentuh, Nenek Jumariah sebenarnya hidup seorang diri. 

Ia tidak memiliki anak maupun cucu kandung. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved