Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dampak Kenaikan BBM Mulai Terasa, Harga Ayam Naik dan Pembeli Berkurang di Pasar Pa'baeng-baeng

Harga ayam potong di Pasar Pabaeng-baeng naik Rp1.000 sehari setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
BBM - Suasana penjual bumbu dapur dan sayuran serta ayam potong di Pasar Pa'baeng-baeng, Jl Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar Sulawesi Selatan, Kamis (11/6/2026). Harga daging ayam dan bawang merah naik seiring kenaikan harga BBM. 
Ringkasan Berita:
  • Sehari setelah kenaikan harga BBM, harga daging ayam di Pasar Pa'baeng-baeng Makassar ikut mengalami kenaikan.
  • Harga ayam potong naik Rp1.000 per kilogram, dari Rp30 ribu menjadi Rp31 ribu per kilogram. 
  • Pedagang mengaku kenaikan tersebut mulai terjadi sejak Rabu (10/6/2026) dan berdampak pada menurunnya jumlah pembeli, terutama pelaku usaha kuliner seperti penjual bakso dan nasi kuning.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Harga daging ayam juga ikut naik sehari setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Seperti terpantau di Pasar Pa'baeng-baeng, Jl Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Kamis (11/6/2026).

Harga daging ayam di pasar tradisional naik meski tak signifikan.

"Naik, naik seribu (Rp1000) per kilogram," kata Nas (26), kasir penjual Ayam Potong dan Telur toko Cahaya Sidrap.

Tempat jualan ayam potong di pasar ini berjejer di sisi barat pasal tepat di jalur masuk.

"Jadi naik dari harga Rp30 ribu ke Rp31 per kilogram," lanjutnya.

Baca juga: Daftar Harga BBM Terbaru Setelah Pertamax Naik Per Juni 2026, Belaku di Makassar dan Provinsi Lain

Adapun ayam potong yang dijual berasal dari peternak di beberapa kabupaten di Sulsel.

"Ada yang dari Takalar, Gowa dan Maros. Hari kemarin baru naik," ungkapnya.

Kenaikan harga berpengaruh ke tingkat penjualan.

Langganannya yang didominasi pengusaha warung makan dan pedagang bakso berkurang akibat kenaikan harga tersebut.

"Biasanya itu laku 350 ekor perhari, ini hanya sekitar 200 ekor. Banyak pedagang mengeluh, seperti penjual bakso dan nasi kuning," bebernya.

Sementara penjual ayam potong lainnya, Saharuddin (40) mengatakan untuk harga jual saat ini masih terbilang normal.

Ia menuturkan, memang sempat terjadi kenaikan sehari sebelumnya namun sudah kembali turun.

"Masih normal ji, kalau saya jual Rp30 ribu per kilo. Untuk per ekornya tergantung dari besarnya, antara Rp60-65 ribu," sebutnya.

Di lain sisi, kenaikan harga juga terjadi untuk kebutuhan bumbu dapur.

Yang paling menonjol adalah, kenaikan harga bawang merah asal Bima Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kalau yang bawang dari Bima naik dari Rp30 ribu, sekarang Rp50 ribu per kilo," ujar penjual sayur dan bumbu dapur, Dian (37).

Harga berbeda berlaku untuk bawang merah asal Bantaeng.

Meski juga mengalami kenaikan, selisih harganya tak begitu melonjak.

"Kalau bawang merah dari Bantaeng itu dari Rp30 ribu naik sekarang Rp36 ribu per kilogram," paparannya.

Kenaikan harga itu, diungkapkan Dian bukan akibat kenaikan harga BBM.

Pasalnya, kenaikan harga terjadi dua hari sebelum adanya kenaikan BBM.

"Mungkin karena kurang stok, makanya naik harganya," tuturnya.

Diketahui, harga Pertamax dan Pertamax Green melambung 32 persen mulai Rabu (10/6/2026).

Harga Pertamax melonjak dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 meningkat dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.(*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved