Harga BBM Naik
Naik Rp4 Ribu, Antrean Pertamax Sepi di SPBU Talasalapang
Kondisi tersebut kontras dengan antrean kendaraan pada dispenser Pertalite yang terlihat ramai dan terus bergerak.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Suasana berbeda terlihat di SPBU 74.902.95 Talsalapang di Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Rabu (10/6/2026).
Pada siang hari, antrean kendaraan di area pengisian Pertamax tampak relatif lengang dibandingkan jalur pengisian bahan bakar bersubsidi, pertalite.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 14.00 Wita, hanya beberapa kendaraan roda dua maupun empat yang terlihat mengantre untuk mengisi Pertamax.
Kondisi tersebut kontras dengan antrean kendaraan pada dispenser Pertalite yang terlihat ramai dan terus bergerak.
Sejumlah mobil pribadi, kendaraan niaga ringan, hingga sepeda motor tampak memenuhi jalur pengisian BBM subsidi.
Beberapa kendaraan bahkan terlihat mengular hingga mendekati area masuk SPBU.
Sementara itu, di jalur Pertamax, kendaraan yang mengisi bahan bakar dapat langsung menuju dispenser tanpa harus menunggu lama.
Tidak terlihat antrean panjang seperti yang terjadi di dispenser Pertalite.
Papan informasi harga BBM yang terpampang di area SPBU menunjukkan harga Pertamax berada di angka Rp16.650 per liter.
Sedangkan Pertalite dijual dengan harga Rp10.000 per liter.
Selisih harga yang cukup jauh diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pilihan konsumen.
Mayoritas pengendara tampak lebih memilih mengantre di jalur Pertalite meskipun harus menunggu lebih lama.
Seperti yang dilakukan salah satu pengendara, Ghazali.
Ghazali mengaku terpaksa harus beralih ke Pertalite meski harus ikut mengantre.
"Sebelumnya saya pakai Pertamax, tapi saya liat tadi pagi diberita sudah naik harganya," keluh Ghazali.
Ia mengaku keputusan beralih ke BBM subsidi bukan karena menginginkannya, melainkan untuk menyesuaikan kondisi keuangan di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat.
Menurutnya, penggunaan Pertamax selama ini dipilih karena dinilai lebih cocok untuk kendaraannya.
Namun setelah harga mengalami kenaikan, ia mulai mempertimbangkan biaya operasional harian.
"Kalau tetap pakai Pertamax, biaya bensin bulanan pasti bertambah," katanya.
Ghazali mengatakan, dirinya tidak keberatan mengantre lebih lama selama masih bisa menghemat pengeluaran.
Ia pun menilai kondisi antrean Pertalite yang ramai merupakan hal yang wajar karena banyak masyarakat memiliki pertimbangan yang sama. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Suasana-berbeda-terlihat-di-SPBU-7490295-Talsalapang-2026-6.jpg)