Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BPS Sebar 8.776 Petugas Sensus Ekonomi se-Sulsel

Mereka akan mendatangi rumah tangga dan pelaku usaha guna mengumpulkan berbagai informasi terkait aktivitas ekonomi.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
SENSUS EKONOMI - Kepala BPS Sulsel Aryanto di lobby utama Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo pada Rabu (10/6/2026). BPS Sulsel  sebar 8.776 petugas sensus ekonomi se-Sulsel 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ribuan petugas sensus bakal turun ke rumah-rumah warga se-Sulawesi Selatan (Sulsel).

Badan Pusat Statistik (BPS) segera memulai sensus ekonomi 2026. 

"Untuk Sulawesi Selatan yang kita kerahkan sebanyak 8.776 petugas tersebar di seluruh Sulawesi Selatan," jelas Kepala BPS Sulsel Aryanto di lobby utama Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo pada Rabu (10/6/2026).

Para petugas BPS sudah siap turun ke rumah-rumah warga.

Mereka akan mendatangi rumah tangga dan pelaku usaha guna mengumpulkan berbagai informasi terkait aktivitas ekonomi.

"Selama 2,5 bulan dari tanggal 15 Juni sampai tanggal 31 Agustus," lanjutnya.

 Sulsel jadi daerah pertama di Indonesia memulai sensus ekonomi.

Sensus ekonomi bertujuan menyediakan data yang lengkap mengenai seluruh kegiatan ekonomi sebagai landasan dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan.

Baik di tingkat nasional maupun daerah, khususnya di sektor ekonomi.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyebut hasil sensus ekonomi ini nantinya bisa dimanfaatkn menyusun kebijakan tepat sasaran.

"Ini sensus, artinya pendataan lebgkap. Ini bukan sampling karena bukan survey. Kita peroleh data terkini dan sangat bermanfaat bagi pemerintah daerah, untuk melihat potret terkini ekonomi," kata Amalia.

Amalia menjamin data dari sensus ekonomi  memotret kondisi terkini masyarakat.

Disebutnya, usaha yang berbasis digital akan ikut di data.

Dalam perkembangan ekonomi, usaha rumah tangga kini sudah banyak berbasis digital.

Berjualan lewat e-commerce atau media sosial.

Amalia menyebut hasil sensus nantinya akan melalui proses pengecekan kualitas.

Ketika data di input, tim BPS akan mengecek kualitas data tersebut.

Amalia memastikan sensus akan dilakukan dari pintu rumah masyarakat.

"Sensus door to door , tapi kuisionernya ada tiga macam. Kita siapkan kuisioner online, kedua kuisioner digital yang di attach smartphone nanti isi lewat aplikasi. Dan kita siapkan paper kalau ada yang membutuhkan," jelas Kepala BPS RI.

Nantinya warga bisa mengecek keaslian petugas dengan mengecek surat tugas resmi.

Petugas juga akan dilengkapi atribut resmi.

 


Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved