Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pertamax Naik, SPBU Pintu Satu Unhas Kehabisan Stok Pertamax dan Pertalite

Rabu pukul 15.11 Wita stok Pertalite dan Pertamax kosong di SPBU yang berada di depan Pintu Satu Universitas Hasanuddin (Unhas) ini.

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Waode Nurmin
Tribun-Timur.com/Kaswadi Anwar
PERTAMAX NAIK – Suasana SPBU 74 902 22 berada di Jl Perintis Kemerdekaan Km 10, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (10/6/2026). Stok Pertalite dan Pertamax kosong. 

“Sebenarnya tergantung sih. Kalau untuk saya, yang gajinya mendekati UMR, enggak ada masalah sih,” katanya saat ditemui di SPBU Pintu Satu Unhas ini, Rabu

(10/6/2026).

Ia menambahkan penggunaan Pertamax maupun Pertalite disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan.

Jika hanya dalam Kota Makassar, akan tetap memakai Pertamax.

Untuk perjalan jauh lintas kabupaten/kota, kemungkinan baru beralih ke Pertalite.

“Kalau misalnya saya mau perjalanan jauh, mungkin saya pakainya Pertalite.  Kalau mau perjalanan dekat di antar kota, mungkin saya pakainya Pertamax,” ujar pria bekerja sebagai barista ini.

Menurut Adi, kenaikan harga Pertamax ini menjadi momentum sebenarnya bagi pemerintah untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi ramah lingkungan.

Apalagi, Kota Makassar saat ini dinilai sudah sangat macet. Banyak pemborosan BBM karena terjebak macet.

“Mungkin ke depan kita akan go green, beralih ke kendaraan listrik yang ramah lingkungan,” tuturnya.

Ia melanjutkan, momen ini juga kesempatan masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.

Namun, pemerintah perlu menyiapkan sarana dan prasarananya.

Pemerintah bisa meniru pengelolaan transportasi di Jepang.

Ada berbagai sarana transportasi umum yang saling terintegrasi, sehingga memudahkan masyarakat beraktivitas setiap harinya.

“Saya berharap memang masyarakat Makassar beralih ke transportasi umum dan saya harap pemerintah bikin Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT, kereta, bus, dan sebagainya. Transportasinya terintegrasi satu sama lain,” terang pria yang pernah kuliah di salah satu kampus di Hiroshima, Jepang ini. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved