Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Rektor UIM Prof Muammar Bakry Kenang Prof Syafar Abdullah: Aktivis NU, Dokter, dan Pendidik Teladan

Prof Syafar Abdullah dikenal luas sebagai tokoh ulama, akademisi, dan pejuang di bidang kesehatan.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
SENIOR ANSOR - Potret Prof Dr dr H Muh Syafar Abdullah MS saat masih sehat di Makassar dengan senyum khasnya. Mantan Ketua GP Ansor Sulsel ini berpulang di Makassar, 10 Juni 2026, dan meninggalkan kesan mendalam bagi Prof Muammar Bakry. 

Lebih jauh, Prof Muammar mengungkapkan bahwa almarhum memiliki kontribusi besar dalam pengembangan dunia pendidikan tinggi di Makassar, khususnya di Universitas Islam Makassar

Prof Syafar disebut sebagai salah satu tokoh yang turut merintis berdirinya Fakultas Ilmu Kesehatan di UIM, sekaligus pernah dipercaya sebagai dekan pada fakultas tersebut.

“Beliau salah satu pendiri Fakultas Ilmu Kesehatan di UIM Makassar dan pernah menjadi dekan di sana,” jelasnya.

Tidak hanya itu, almarhum juga dikenal sebagai Guru Besar di Universitas Hasanuddin (Unhas), dengan rekam jejak akademik yang panjang dan kontribusi signifikan di bidang kesehatan. 

Dedikasinya di dunia pendidikan menjadikan Prof Syafar sebagai sosok yang dihormati, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di kalangan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

Prof Muammar menambahkan, almarhum hingga akhir hayatnya masih menunjukkan perhatian besar terhadap pengembangan institusi pendidikan, termasuk keterlibatannya dalam diskusi dan pertemuan terkait rintisan Fakultas Kedokteran di UIM.

“Beberapa waktu lalu beliau masih hadir dalam pertemuan bersama dosen. Beliau hadir karena kami sedang merintis Fakultas Kedokteran di UIM,” katanya.

Menurutnya, kehadiran almarhum dalam berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Prof Syafar tidak pernah berhenti mengabdi, meski telah berada pada usia yang matang dan memiliki banyak capaian akademik maupun organisasi.

“Beliau tetap aktif, tetap memberi masukan, dan tetap hadir dalam proses pengembangan kampus,” tambahnya.

Prof Muammar juga menegaskan bahwa almarhum merupakan sosok yang sangat rendah hati, tidak banyak berbicara, namun selalu hadir dengan gagasan dan tindakan nyata. 

Karakter tersebut, menurutnya, membuat Prof Syafar Abdullah disegani oleh banyak kalangan, baik di lingkungan NU, GP Ansor, maupun dunia akademik.

“Beliau sosok yang tenang, tidak banyak bicara, tetapi sangat kuat dalam pengabdian dan keteladanan,” tuturnya.

Kepergian Prof Syafar Abdullah, lanjutnya, bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar NU dan GP Ansor.

Namun juga kehilangan besar bagi dunia pendidikan dan kesehatan di Sulsel.

“Ini kehilangan besar bagi kita semua. Beliau bukan hanya kader NU, tetapi juga guru, akademisi, dan pejuang di bidang kesehatan,” ucap Prof Muammar.

Ia pun menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT atas seluruh amal, dedikasi, dan pengabdiannya selama hidup.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutupnya.

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved