Dewan Pendidikan Sulsel Usul Mata Pelajar Bahasa Daerah Wajib di Sekolah
Pelajaran Bahasa Daerah dinilai sebagai upaya mewariskan nilai-nilai budaya lokal.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
"Selain bahasa Inggris bahasa asing lain bisa diajarkan tapi pilihan alias tidak wajib bagi sekolah. Selain masalah tidak tersedianya guru, minat siswa belajar bahasa asing juga rendah yang menjadi faktor penghambat," kata Prof Arismunandar.
Baginya terpenting saat ini pendidikan Bahasa Inggris harus diperkuat dalam kurikulum.
Sebagai bahasa internasional, pendidikan berbasis bilingual perlu mulai diterapkan dari jenjang SD sampai SMA.
Terpisah, Kepala SMAN 1 Makassar Sulihin Mustafa menyebut penambahan bahasa asing tidak masalah diberlakukan.
Hanya saja dalam catatannya, pembelajaran ini sangat berkaitan dengan minat siswa dan ketersediaan guru.
"Misalnya seni, ada guruku seni musik, seni tari, seni rupa. Ada kelas belajar seni tari, ada belajar seni rupa. Jadi ini tergantung minat anak juga. Disamping sekolah ada sumber dayanya. Harus diperhatikan sumber dayanya," kata Sulihin Mustafa kepada Tribun-Timur.com.
Penerapan pelajaran ini masih jadi pembahasan di pemerintah pusat.
Sementara itu, pelajaran bahasa daerah tetap didorong bisa terus berjalan dalam kurikum pendidikan.(*)
| Dari Kota untuk Pedalaman: Bantuan Al-Quran Jaga Semangat Ibadah Muallaf di Seko |
|
|---|
| DPRD Sulsel Dalami Isu Kepsek SMA Mundur Serentak, Komisi E Panggil Disdik |
|
|---|
| Jabatan Lowong Kepala SMA-SMK Bertambah, Seleksi Kepsek Dipetakan Ulang |
|
|---|
| 7 Kandidat Tunggal Ketua PKB di Sulsel, Deng Ical: Tak Ada Jaminan Petahana Terpilih |
|
|---|
| Viral Kepsek Mundur Massal, Disdik Sulsel: Tak Capai Standar Kinerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Prof-Arismunandar-jadi-pembicara-dalam-diskusi-forum-dosen-43546.jpg)