Jabatan Lowong Kepala SMA-SMK Bertambah, Seleksi Kepsek Dipetakan Ulang
Erwin Sodding menjelaskan hasil seleksi jabatan kepsek lowong sejatinya sedikit lagi selesai
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Kepala BKD Sulsel Erwin Sodding menjelaskan hasil seleksi jabatan kepsek lowong sejatinya sedikit lagi selesai
- Nama-nama calon kepsek yang diseleksi sejak 2025 sudah dikirim ke Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman
- Namun dengan adanya kepsek aktif memilih mundur, nampaknya pemerintah harus kembali melakukan pemetaan kebutuhan jabatan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Heboh kabar kepala SMA - SMK di Sulawesi Selatan (Sulsel) mundur massal.
Kabar ini jadi perbincangan hangat, bermula viral di media sosial instagram.
Kepala SMA dan SMK memilih mengundurkan diri dari jabatannya.
Padahal sedang berlangsung proses pengisian jabatan kepala SMA se-derajat di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.
Situasi ini jadi sorotan lantaran pengunduran diri para kepsek yang menjabat ini terjadidi tengah-tengah proses seleksi pengisian jabatan kepsek lowong.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Erwin Sodding menjelaskan hasil seleksi jabatan kepsek lowong sejatinya sedikit lagi selesai.
Nama-nama calon kepsek yang diseleksi sejak 2025 sudah dikirim ke Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Namun dengan adanya kepsek aktif memilih mundur, nampaknya pemerintah harus kembali melakukan pemetaan kebutuhan jabatan.
"Kan data pengisian sudah dipegang ini. Cuma kita mau identifikasi mana yang betul-betul mundur, yang mana kosong. Karena pasti ada efeknya. Ada perubahan data. Dengan mundurnya nanti," kata Erwin Sodding saat dikonfirmasi pada Senin (8/6/2026).
Kabar mundurnya sejumlah kepsek ini memang mengejutkan.
Berubahnya jumlah jabatan yang kosong ini berpotensi mempengaruhi hasil pemetaan sebelumnya.
Sebagai bagian Tim Pertimbangan seleksi kepsek yang sedang berjalan saat ini, Erwin harus memikirkan lagi pengisian jabatan kepsek mundur ini.
"Misalnya kemarin 100 (jabatan kepsek lowong), ada mundur lagi 50. Jadi 150. Kita kocok ulang lagi. Kita mapping lagi. Apakah sekolah yang mundur kepseknya, ada orang yang lebih layak," sambungnya.
Dari hasil seleksi yang berjalan sejak 2025 lalu, diproyeksikan mengisi 114 jabatan kepala sekolah lowong.
Jumlah ini dipastikan bertambah seiring adanya kepsek aktif yang memilih mundur.
Kondisi tersebut membuat pemerintah tidak bisa langsung melanjutkan proses dengan data lama.
Perlu identifikasi kembali terhadap jabatan lowong imbas kepsek mengundurkan diri ini.
Tahapan itu penting agar pengisian jabatan berjalan sesuai kebutuhan dan tidak menimbulkan persoalan baru.
"Kita mapping lagi. Kita harap cepat, tapikan ada proses identifikasi. Kemudian Proses berjalan kayak spmb. Kita lihat dulu efeknya bagaimana klau kita tiba-tiba pengisian sementara ada spmb. Belum cocok masuk disitu saat proses. Kita harap selesai pengisian dalam masa libur sekolah," kata Erwin Sodding.
Dirinya berharap jabatan kepsek lowong ini bisa segera terisi di masa libur sekolah.
Kepala Disdik Sulsel Iqbal Nadjamuddin sendiri menyebut evaluasi terus berjalan terhadap kinerja kepala SMA dan SMK.
Evaluasi ini diklaim sebagai bagian memastikan program pendidikan berjalan efektif.
"Kami telah melakukan evaluasi terhadap kinerja semua kepala sekolah, dan tentu hasil evaluasi itu menjadi faktor utama dalam menentukan kedudukan menjadi kepsek," ujar Andi Iqbal Najamuddin dalam keterangannya.
Evaluasi disebut sebagai hal lazim dalam mengelola sistem pendidikan.
Dijelaskan, mundurnya sejumlah kepala sekolah sebagai bentuk konsekuensi dari hasil evaluasi.
Ketika kepala sekolah tersebut tidak mampu mencapai standar kinerja yang ditentukan.
"Mengenai adanya kepsek yang mengundurkan diri, itu hal yang wajar karena tidak tercapaianya kinerja. Pengunduruan diri itu akan kita proses sesuai ketentuan perundang-undangan," katanya.
Iqbal Nadjamuddin memastikan seluruh proses evaluasi dilakukan secara profesional dan objektif.
Selain itu, tetap mengacu pada peraturan kepegawaian serta prinsip tata kelola organisasi yang baik.
Meski tidak membuka jumlah kepsek mengundurkan diri, Disdik memastikan penyelenggaraan pendidikan di sekolah tidak akan terganggu.
Kegiatan belajar mengajar pada seluruh SMA dan SMK di Sulawesi Selatan tetap berlangsung normal sebagaimana mestinya.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz
| 7 Kandidat Tunggal Ketua PKB di Sulsel, Deng Ical: Tak Ada Jaminan Petahana Terpilih |
|
|---|
| Viral Kepsek Mundur Massal, Disdik Sulsel: Tak Capai Standar Kinerja |
|
|---|
| Wisata Pantai Bukan Sekadar Menjual Pemandangan, Tetapi Juga Menjamin Keselamatan Pengunjung |
|
|---|
| Cek 4 Komponen Motor Sebelum Berkendara untuk Cegah Kecelakaan |
|
|---|
| PMII Barru Buka PKD IV Se-Indonesia Timur, Tekankan Penguatan Nilai Lokal di Era Globalisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260608-Iqbal-Nadjamuddin-88.jpg)