Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Akademisi Unhas Nilai Ada Peran Algoritma Medsos Bongkar Dugaan Korupsi MBG Dadan

Hasrullah melihat fenomena pengawasan masyarakat terhadap MBG yang begitu aktif di media sosial.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
KASUS BGN - Pengamat Komunikasi Politik Unhas Hasrullah saat ngobrol politik di redaksi Tribun-Timur.com. Pengawasan Publik melalui media sosial dinilai Hasrullah bergitu berdampak pada pembongkaran praktik korupsi di BGN. 

Kombinasi ini akhirnya membentuk opini publik.

Cara kerja algoritma ini disebut Hasrullah bekerja dalam pengawasan MBG dari media sosial.

"Jadi kalau ada barang rusak disajikan ke murid langsung viral. Apalagi harga tidak sesuai disalurkan," kata Hasrullah.

"Ada datanya kan. Dulu bisa disembunyikan karena hanya pakai media massa, televisi, koran, radio On the spot orang bisa lakukan. Sekarang pengawasan publik sangat ketat," lanjutnya.

Pengawasan ketat masyarakat yang membentuk opini publik hingga akhirnya menekan pemerintah bertindak.

Pencopotan dan penangkapan Dadan Hindayana dinilai bukti tekanan publik yang menggerakkan pemerintah.

"Karena tekanan publik tidak bisa dihadapi Prabowo, terpaksa dilakukan kebijakan, daripada rusak namanya. Setelah kejaksaan temukan ternyata ada penyimpangan," jelas Dosen Ilmu Komunikasi Unhas ini.

Ia mencontohkan janji Dadan Hindayana dihadapan Presiden Prabowo Subianto.

Dadan menjanjikan setiap hari ribuan sapi dipotong demi menu MBG.

Namun sejatinya janji itu tidak ditemukan masyarakat dalam pengawasannya.

"Coba lihat itu ketua BGN bilang setiap hari potong 19 ribu sapi. Tapi mana pernah dilihat itu. Itukan terjadi kebohongan publik," kata Hasrullah.

Hasrullah meminta pengawasan dari pemerintah harus diperketat.

Bukan hanya masyarakat, lembaga negara wajib memantau aktivitas program MBG.

"Kalau perlu pengawasan DPR tingkat kabupaten/provinsi dilibatkan. Tapi ingat pengawasan bukan pengelolaan. Ada inspektorat bisa dilibatkan. Ada tim harus turun, dan orang profesional," ujar Hasrullah.

Selain Dadan Hindayana, Kejagung juga menangkap eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved