Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Aset Perbankan Sulsel Tembus Rp213,44 Triliun

Dari sisi penyaluran dana, kredit perbankan tumbuh 5,19 persen (yoy) menjadi Rp174,39 triliun.

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/MUH DIWAN
PERBANKAN SULSEL - Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, dalam acara Media Briefing Kantor OJK Sulselbar, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Senin (9/3/2026). Kinerja industri perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan tren positif hingga triwulan I atau Maret 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Kinerja industri perbankan di Sulawesi Selatan menunjukkan pertumbuhan positif hingga Maret 2026. 
  • Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, menyebut total aset perbankan tumbuh 4,12 persen secara tahunan menjadi Rp213,44 triliun. 
  • Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 7,33 persen menjadi Rp147,41 triliun, dengan tabungan masih menjadi instrumen simpanan terbesar yang mendominasi 61,45 persen dari total DPK.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kinerja industri perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan tren positif hingga triwulan I atau Maret 2026.

Pertumbuhan tercermin dari peningkatan total aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan penyaluran kredit yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi.

Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Moch Muchlasin, menyebut total aset perbankan di Sulsel tumbuh 4,12 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp213,44 triliun.

Sementara itu, penghimpunan DPK meningkat 7,33 persen (yoy) menjadi Rp147,41 triliun.

“DPK di Sulawesi Selatan masih didominasi oleh tabungan dengan pangsa 61,45 persen, diikuti deposito sebesar 22,70 persen dan giro sebesar 15,85 persen,” sebut Muchlasin, Senin (1/6/2026).

Baca juga: UATAS, PinjamDuit, dan BantuSaku Gandeng AFPI dan OJK Dorong Keuangan Digital yang Bertanggung Jawab

Dari sisi penyaluran dana, kredit perbankan tumbuh 5,19 persen (yoy) menjadi Rp174,39 triliun.

Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3,76 persen pada Maret 2025.

Menurut Muchlasin, peningkatan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi dan kebutuhan pembiayaan masyarakat yang terus meningkat.

Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit produktif memiliki porsi sebesar 52,69 persen dari total kredit dan tumbuh 2,79 persen (yoy).

Sementara itu, kredit konsumtif mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni mencapai 8 persen (yoy).

Adapun dari sisi sektor ekonomi, kredit produktif yang disalurkan ke sektor perdagangan besar dan eceran masih mendominasi dengan pangsa 22 persen dari total penyaluran kredit.

“Kinerja intermediasi perbankan di Sulawesi Selatan tetap terjaga. Hal ini tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 118,30 persen, sementara rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) berada pada level 3,73 persen,” jelasnya.

Perbankan Syariah Melejit

Selain perbankan konvensional, perbankan syariah di Sulsel juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan hingga Maret 2026.

OJK Sulselbar mencatat, aset perbankan syariah di Sulsel tumbuh 30,18 persen (yoy) menjadi Rp22,82 triliun.

Penghimpunan DPK meningkat 23,31 persen (yoy) menjadi Rp15,10 triliun, sedangkan pembiayaan tumbuh 24,16 persen (yoy) menjadi Rp18,54 triliun.

Tingkat intermediasi perbankan syariah berada pada level 122,77 persen dengan rasio Non Performing Financing (NPF) sebesar 1,77 persen.

Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin mengatakan, meski pangsa pasar perbankan syariah masih lebih kecil dibandingkan perbankan konvensional, tren pertumbuhannya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pangsa pasar aset perbankan syariah naik dari sekitar 7 persen pada 2023 menjadi 10,69 persen pada Maret 2026.

Menurut Muchlasin, capaian tersebut menunjukkan akselerasi perkembangan industri perbankan syariah di Sulsel.

Bahkan, pertumbuhan aset, DPK, dan pembiayaan perbankan syariah tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional.

“Hal ini menunjukkan akselerasi perkembangan dan peningkatan kontribusi perbankan syariah dalam industri
perbankan di Sulawesi Selatan,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved