Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Kloter 1 Debarkasi Makassar Mendarat 1 Juni, PPIH Soroti Tren Pakaian Bling-Bling Jamaah

Ketua PPIH Debarkasi Makassar, Ikbal Ismail, mengatakan mayoritas jemaah haji Embarkasi Makassar tahun ini merupakan perempuan.

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
HAJI 2026 - Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, saat ditemui di Asrama Haji Sudiang Makassar, beberapa waktu lalu. Ikbal Ismail, mengatakan mayoritas jemaah haji Embarkasi Makassar tahun ini merupakan perempuan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Debarkasi Makassar dijadwalkan mulai menerima kepulangan jamaah haji besok. 

Kelompok terbang (Kloter) 1 akan tiba di Indonesia pada 1 Juni pukul 22.30 Wita di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Senin (1/6/2026).

Kloter 1 terdiri dari 386 jamaah asal Soppeng dan satu orang dari Makassar.

Pada proses pemulangan ke tanah air, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar mengingatkan jemaah, khususnya perempuan, agar tetap memperhatikan etika berpakaian.

Ketua PPIH Debarkasi Makassar, Ikbal Ismail, mengatakan mayoritas jemaah haji Embarkasi Makassar tahun ini merupakan perempuan.

“Dari data yang ada pada kami, jamaah haji Embarkasi Makassar itu 65 persen adalah perempuan,” katanya kepada Tribun Timur, Minggu (31/5/2026).

Ia mengaku, masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya budaya Bugis-Makassar, memiliki tradisi tersendiri saat menyambut kepulangan dari ibadah haji. 

Salah satu yang kerap terlihat adalah penggunaan busana yang lebih mencolok atau dikenal masyarakat sebagai pakaian bling-bling maupun pakaian Batman.

Menurutnya, tradisi tersebut merupakan bagian dari ekspresi budaya yang telah lama dikenal dan tidak menjadi larangan dari pihak penyelenggara.

“Itu adalah budaya Sulawesi Selatan, budaya orang Bugis-Makassar. Kami tidak melarang. Silakan menampilkan diri dengan ciri khasnya,” uyjarnya.

Namun demikian, Ikbal menegaskan jika kebebasan menampilkan identitas budaya tetap perlu disertai perhatian terhadap ketentuan berpakaian yang sesuai, terutama bagi jamaah perempuan yang baru kembali dari ibadah haji.

“Tetapi ingat bahwa Ibu-ibu pulang dari haji, ada batas-batas aurat yang perlu ditutup," ungkapnya.

"Bolehlah menggunakan pakaian bling-bling atau pakaian Batman, tetapi leher harus ditutup karena itu adalah aurat,” tambah dia.

Pasalnya, kata Kanwil Kemenhaj Sulsel itu, aurat harus tetap terjaga apalagi telah melaksanakan ibadah haji.

"Karena dari leher itu sampai ke bawah itu sudah aurat," jelasnya. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved