Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

WNI Diculik Pasukan Israel

Ibunda Andi Angga Prasadewa 'Anak' Makassar Diculik Israel: Anak Saya Aktivis, Bukan Teroris

Tangan kanan Sutrawati Kaharuddin (52) tampak bergetar saat mengusap foto anaknya Andi Angga Prasadewa yang diculik

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Edi Sumardi
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
PEGANG FOTO ANAK - Sutrawati Kaharuddin (52), memegang foto anaknya, Andi Angga Prasadewa (33), di rumahnya, Jl Mappala, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (19/5/2026). Andi Angga diculik pasukan Israel sejak, Senin (18/5/2026), di dekat Siprus, Mediterania Timur. 

Sebagai rakyat kecil, Sutrawati sadar betul akan keterbatasan dirinya.

Jarak ribuan kilometer dan rumitnya geopolitik internasional membuat pihak keluarga tidak bisa berbuat banyak untuk menjemput Andi Angga pulang.

Satu-satunya sandaran dan harapan terbesar mereka kini berada di pundak Pemerintah Indonesia.

Sutrawati sangat berharap diplomasi negara mampu membawa kembali putranya ke pelukan keluarga dengan selamat.

"Ya harapan saya pemerintah segera membantu membebaskan anak saya, karena kita keluarga tidak bisa apa-apa. Hanya pemerintah yang bisa membantu membebaskan anak saya," tuturnya penuh harap.

Sutrawati hanya bisa mengetuk hati masyarakat luas untuk ikut menyelipkan nama anaknya dalam doa.

"Terima kasih banyak, mohon doakan," tuturnya lagi didampingi kerabatnya, Lurah Gaddong, Rakhamawaty Mattayang.

Video SOS

Andi Angga mengirim video SOS kepada Rumah Zakat, organisasi nirlaba tempatnya bernaung setelah diculik.

Dalam video tersebut, sambil memegang paspor, dia meminta bantuan Pemerintah Indonesia untuk membebaskannya.

"Jika anda menonton video ini berarti saya telah diculik zionis Israel di perairan internasional. Saya adalah bagian dari misi Global Peace Convoy Indonesia yang berlayar menuju ke Gaza untuk menunjukkan solidaritas dengan rakyat Gaza. Penculikan saya ini sekali lagi menunjukkan bahwa rezim zionis Isarel dan pendukungnya bertindak untuk melanjutkan pengepungan dan genosida mereka. Dunia harus bangkit, Pemerintah Indonesia harus menempuh jalur hukum untuk membebaskan kami dari penculikan yang semena-mena ini," kata Andi Angga dalam video.

Baca juga: Prabowo Harus Bebaskan! 1 Aktivis Anak Makassar dan 4 Jurnalis Indonesia Masih Diculik Israel

Selain Andi Angga, jurnalis Republika dan jurnalis Tempo TV juga mengirim video SOS.

Bambang Noroyono alias Abeng dari Republika sempat mengirimkan pesan video sebelum komunikasi terputus.

"Saya Bambang Noroyono alias Abeng. Saya warga Indonesia. Saya adalah partisipan pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026," katanya dalam rekaman video.

Ia kemudian meminta Pemerintah Indonesia membantu pembebasannya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved