Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

WNI Diculik Pasukan Israel

Ibunda Andi Angga Prasadewa 'Anak' Makassar Diculik Israel: Anak Saya Aktivis, Bukan Teroris

Tangan kanan Sutrawati Kaharuddin (52) tampak bergetar saat mengusap foto anaknya Andi Angga Prasadewa yang diculik

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Edi Sumardi
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
PEGANG FOTO ANAK - Sutrawati Kaharuddin (52), memegang foto anaknya, Andi Angga Prasadewa (33), di rumahnya, Jl Mappala, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (19/5/2026). Andi Angga diculik pasukan Israel sejak, Senin (18/5/2026), di dekat Siprus, Mediterania Timur. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Tangan kanan Sutrawati Kaharuddin (52) tampak bergetar saat mengusap permukaan kaca sebuah bingkai foto di ruang tamu rumahnya, Jl Mappala, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (19/5/2026).

Di dalam bingkai itu, senyum seorang pemuda berpakaian wisuda tampak begitu cerah sebagai momen bahagia yang diabadikan di kampus Universitas Cenderawasih di Jayapura, Papua, pada Maret 2019 lalu.

Kini, senyum di foto itu menjadi satu-satunya penawar rindu, sekaligus sumber air mata yang seolah enggan berhenti mengalir.

Dengan mata yang sembab dan sesekali terisak, Sutrawati menatap lekat-lekat wajah putranya, Andi Angga Prasadewa (33).

Andi Angga, lulusan Jurusan Teknik Sipil Universitas Cenderawasih itu kini sedang diculik pasukan zionis Israel sejak, Senin (18/5/2026).

Penculikan bermula ketika rombongan armada kapal Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 diintersepsi angkatan laut Israel (IOF), di dekat Siprus, Mediterania Timur, Senin kemarin.

GSF merupakan inisiasi untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza Palestina usai diblokade total Israel sejak agresi.

Sebanyak sepuluh kapal dikonfirmasi dicegat, termasuk di antaranya kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Baca juga: Pesan Andi Angga ke Adik: Jika Video Muncul Berarti Saya Sudah Ditangkap Israel

Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Andi Angga yang merupakan delegasi dari GPCI - Rumah Zakat berada di kapal Josef.

Dia bersama relawan lainnya tidak membawa senjata, melainkan bantuan kemanusiaan seperti obat-obatan dan logistik untuk warga Gaza.

Bagi Sutrawati, keberangkatan Andi ke wilayah konflik tersebut murni karena dorongan nurani yang tidak bisa dibendung.

"Panggilan hatinya untuk berangkat berawal dari niatnya. Dia cuma membantu orang yang susah," tutur Sutrawati.

Sutrawati menegaskan bahwa putranya pergi tanpa membawa senjata, melainkan membawa harapan bagi mereka yang tertindas.

Andi Angga, putra pasangan Andi Hamzah dan Sutrawati, bukanlah seorang kombatan, melainkan seorang relawan yang terketuk hatinya melihat penderitaan sesama manusia.

"Anak saya ke sana cuma bawa obat. Cuma bawa kebutuhan untuk warga Palestina yang lagi kelaparan di sana. Saya kira anak saya itu memang pantas dibebaskan karena anak saya itu kan aktivis kemanusiaan, bukan teroris," ungkapnya memohon keadilan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved