SAKSI KATA
Game Online Pintu Masuk Paham Radikal, 5 Anak di Makassar Terpapar
Penyebaran paham radikal kini mulai menyasar anak-anak di Kota Makassar. Media sosial dan game online menjadi pintu masuk penyebaran paham tersebut.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Anak-anak awalnya hanya bermain game atau membuka media sosial.
Kemudian mereka diarahkan menuju tautan atau grup tertentu.
Tanpa disadari, anak-anak akhirnya masuk jaringan berpaham radikal.
DPPA menemukan sekitar 28 grup WhatsApp penyebar paham ekstrem tersebut.
Lima anak asal Makassar diketahui berada di dalam grup itu.
Operasi penjaringan dilakukan secara tertutup bersama aparat Densus 88.
Tim perlindungan anak dilibatkan mendampingi proses penanganan kasus tersebut.
Seluruh proses dilakukan hati-hati demi menjaga keamanan anak-anak.
Petugas lapangan bahkan tidak mengetahui lokasi tujuan sebelum berangkat.
"Kami janjian di suatu tempat sebelum bergerak," kata Ita.
Menurut Ita, operasi dilakukan dengan pengamanan dan kerahasiaan ketat.
Sebagian anak ditemukan sejak tahun lalu oleh tim gabungan.
Sementara beberapa lainnya teridentifikasi awal tahun 2026.
"Yang saya ikuti tahun ini ada dua anak. Jadi total keseluruhan sudah lima anak," kata Ita.
DPPA Makassar memastikan anak-anak tersebut belum melakukan tindakan berbahaya.
| Ikon Haji 2026, Nenek Jumriah: Saya Suka di Sini, Tenang Sekali |
|
|---|
| SAKSI KATA: 'Sesak Dada Saya Dengar Kabar Itu', Kisah Haru Tetangga Kenang Andi Megawati |
|
|---|
| Imam As Salam Palopo Dikeroyok di Masjid, Ahmad: Saya Ingin Mereka Tertib! |
|
|---|
| Perilaku Mabuk Berujung Maut, Safar Gelap Mata Tebas Istri dan Bunuh Kakak Sepupunya |
|
|---|
| Kisah Pilu Petani di Bone, Pikul Gabah Lawan Arus Sungai karena Tak Ada Jembatan |
|
|---|