LPSK Dampingi Mahasiswi Asal Kaltara Korban Penyekapan dan Rudapaksa di Makassar
Mantan Wakapolda Kaltara itu mengaku telah meminta mahasiswa asal Kalimantan Utara di Makassar
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penanganan trauma terhadap MA (21), mahasiswi asal Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), yang menjadi korban penyekapan dan rudapaksa di Kota Makassar, melibatkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, mengatakan pendampingan psikologis dan perlindungan terhadap korban menjadi prioritas agar proses pemulihan trauma dapat berjalan maksimal.
Hal itu disampaikan Zainal usai menjenguk korban di salah satu asrama mahasiswa di Makassar, Jumat (15/5/2026).
“Alhamdulillah saya sempat bertemu korban dan memberi semangat supaya traumanya tidak terus berlarut,” ujar Zainal ditemui usai menghadiri pertandingan futsal di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea.
Mantan Wakapolda Kaltara itu mengaku telah meminta mahasiswa asal Kalimantan Utara di Makassar untuk berkoordinasi dengan LPSK agar korban mendapat pendampingan khusus dan tidak sembarang orang dapat menemuinya.
“Saya sampaikan kepada ketua mahasiswa Kaltara di sini agar bekerja sama dengan lembaga perlindungan saksi dan korban supaya korban bisa mendapat pendampingan,” katanya.
Selain fokus pada pemulihan korban, Zainal juga meminta aparat kepolisian segera menangkap pelaku.
Ia mengaku telah bertemu langsung dengan Kapolda Sulsel, Djuhandhani Rahardjo Puro, untuk membahas perkembangan kasus tersebut.
“Saya meminta kepada bapak Kapolda agar pelaku segera diungkap dan ditangkap,” ujarnya.
Zainal menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga menyiapkan pendamping hukum untuk mengawal proses hukum kasus tersebut hingga persidangan.
“Lawyer juga kami siapkan. Mahasiswa asal Kaltara di Makassar terus berkoordinasi dengan Polsek Tamalate, Polrestabes hingga Polda,” katanya.
Korban diketahui merupakan mahasiswi penerima beasiswa di salah satu universitas swasta di Makassar.
Menurut Zainal, korban sempat mencari pekerjaan tambahan untuk membantu biaya hidup selama kuliah.
Pemerintah Provinsi Kaltara juga telah memberikan bantuan kepada korban dan memfasilitasi kedatangan kedua orang tuanya ke Makassar.
“Kalau tidak salah besok orang tua korban tiba di Makassar dan difasilitasi pemerintah daerah,” ujarnya.
| Terjebak Lowongan Kerja Babysitter, Mahasiswi Makassar Disekap dan Dirudapaksa di Rumah Kontrakan |
|
|---|
| Setiap Rumah Sepi, Pemuda di Utara Makassar Rudapaksa Adik Kandung, Kini Hamil |
|
|---|
| Bejat! Pria di Makassar Tega Rudapaksa Adik Kandungnya, Korban Kini Hamil 3 Bulan |
|
|---|
| Berkenalan di Medsos, 3 Lelaki Bejat Rudapaksa Remaja Perempuan di Makassar |
|
|---|
| Nasib Pelaku Rudapaksa Gadis di Bawah Umur di Gowa, Terancam 15 Tahun Penjara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/gubernur-kaltara-jenguk-mahasiswi-kaltara.jpg)