Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Summarecon Mutiara Makassar

Investor Melihat Makassar Sebagai Kota Aspiratif

Investor pusat perbelanjaan pada dasarnya mengikuti arus mobilitas manusia dan pertumbuhan aktivitas ekonomi.

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Tribun-timur.com
ULASAN - Pengamat Ekonomi dari Universitas Bosowa, Dr Lukman Setiawan. 

Dari sisi positif, kehadiran mal baru akan membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.

Belum termasuk UMKM tenant dan sektor pendukung lainnya.

Namun di balik peluang tersebut, ada beberapa hal yang tetap perlu diwaspadai.

Persaingan antar pusat perbelanjaan dipastikan akan semakin ketat.

Mal lama seperti Panakkukang, MTC, maupun Trans Studio Mall Makassar harus melakukan revitalisasi dan inovasi agar tidak kehilangan tenant dan pengunjung.

Pusat perbelanjaan yang tidak mampu beradaptasi berpotensi mengalami penurunan traffic.

Kesimpulannya, Makassar diincar investor karena memiliki fondasi ekonomi yang kuat, bukan semata karena masyarakatnya konsumtif.

Kehadiran MaRI Mixed-Use dan Summarecon Mall Makassar menjadi sinyal bahwa investor melihat potensi besar pada pertumbuhan daya beli dan perkembangan ekonomi Kawasan Timur Indonesia.

Kuncinya adalah bagaimana pemerintah dan pelaku usaha menjaga keseimbangan pembangunan.

Jangan sampai pusat-pusat modern ini justru menjadi “pulau ekonomi” yang terpisah dari UMKM lokal dan masyarakat sekitar.

Perlu adanya penguatan zoning, pelatihan UMKM, serta integrasi transportasi agar manfaat ekonominya bisa dirasakan lebih luas.

Jika dikelola dengan baik, dua proyek ini dapat menjadi multiplier ekonomi baru bagi Makassar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved