Summarecon Mutiara Makassar
Investor Melihat Makassar Sebagai Kota Aspiratif
Investor pusat perbelanjaan pada dasarnya mengikuti arus mobilitas manusia dan pertumbuhan aktivitas ekonomi.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Kiriman uang dari luar daerah dan luar negeri tersebut masuk ke sektor konsumsi rumah tangga seperti properti, otomotif, pendidikan, hingga gaya hidup.
Dalam konteks ini, mal menjadi representasi tumbuhnya kelas menengah baru di Makassar.
Karena itu, fenomena ini sebenarnya bukan semata-mata soal masyarakat yang konsumtif, tetapi lebih kepada masyarakat yang aspiratif.
Jika melihat data BPS Sulsel tahun 2025, pola pengeluaran rumah tangga masih didominasi kebutuhan dasar.
Sekira 55 persen pengeluaran masih digunakan untuk makanan, perumahan, pendidikan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Sementara pengeluaran untuk rekreasi dan barang tahan lama hanya berada di kisaran 15-18 persen.
Yang terjadi di Makassar lebih kepada perubahan pola konsumsi masyarakat urban.
Mal menjadi tempat social proofing bagi kelas menengah.
Aktivitas seperti membeli kopi, berkumpul, atau sekadar berfoto menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan.
Namun ini juga tidak bisa langsung disebut konsumtif berlebihan.
Daya beli masyarakat sebenarnya masih cukup terjaga.
Buktinya, e-commerce di Makassar terus tumbuh, sementara pusat perbelanjaan fisik juga tetap ramai.
Artinya, masyarakat Makassar mulai terbiasa dengan pola konsumsi omni-channel, yaitu menggabungkan belanja online dan offline sekaligus.
Karena itu, investor melihat Makassar sebagai kota dengan “aspirasi naik kelas”, bukan sekadar pasar yang boros.
Kehadiran dua proyek besar MaRI dan Summarecon Mall Makassar diperkirakan akan memberikan efek ganda terhadap ekonomi kota.
| Summarecon Siapkan Kota Mandiri Baru |
|
|---|
| Raisa Hibur Ratusan Tamu Customer Gathering The Morizen Summarecon Mutiara Makassar |
|
|---|
| Summarecon Mall Makassar Mulai Dibangun, Luasnya Capai 51.000 m2 |
|
|---|
| Summarecon Mutiara Makassar Kenalkan Rumah Bergaya Jepang The Morizen, Harga Mulai Rp3 Miliar |
|
|---|
| Summarecon Mutiara Makassar Buka Puasa Bersama Rekanan Bank dan Agen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pengamat-Ekonomi-dari-Universitas-Bosowa-Unibos-Dr-Lukman-Setiawan.jpg)