Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Geng Motor

Anggota Geng Motor Tebas Bocah 13 Tahun di Ablam Makassar Ditangkap

Meski demikian, polisi belum mengungkap identitas maupun peran pelaku yang telah diamankan tersebut.

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
GENG MOTOR - Kolase rekaman CCTV penyerangan geng motor terhadap remaja nongkrong di Jl Abu Bakar Lambogo, Kecamatan Makassar Kota Makassar, Minggu (10/5/2026) dinihari dan Ketua RT setempat, Siti Nurhayati (46) memberi penjelasan penyerangan tersebut saat ditemui di lokasi Minggu siang. 

Saat didatangi di kantornya sekitar pukul 14.17 Wita, petugas Polsek Makassar menyebut yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat.

Warga Galang Donasi

Warga Jalan Abu Bakar Lambogo, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menggalang donasi untuk membantu biaya operasi H (13), remaja korban penyerangan geng motor yang terjadi Minggu (10/5/2026) dini hari.

Aksi kemanusiaan itu diinisiasi para ibu rumah tangga di sekitar lokasi kejadian setelah mengetahui kondisi H yang mengalami luka parah dan kini menjalani perawatan di RSUD Daya Makassar.

Korban mengalami luka serius di bagian punggung akibat tebasan parang yang diduga dilakukan anggota geng motor.

Luka tersebut bahkan disebut hingga memperlihatkan tulang belakang korban.

Kondisi H mengundang simpati warga lantaran remaja itu selama ini hidup dalam keterbatasan.

Ia diketahui menumpang tinggal di rumah pamannya setelah kedua orang tuanya berpisah.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, H bekerja sebagai tukang cuci motor dan sudah tidak lagi bersekolah.

“Kita galang dana ini untuk korban yang ditebas semalam,” kata salah seorang warga, Indarwati (39), saat mendatangi rumah-rumah warga sambil membawa buku daftar donasi.

Menurut Indarwati, ayah korban kini berada di Kalimantan, sedangkan keberadaan ibunya tidak diketahui.

“Dia kerja cuci motor untuk makan sehari-hari. Orang tuanya sudah pisah, bapaknya di Kalimantan, mamaknya tidak tahu di mana. Sekarang tinggal sama omnya,” ujarnya.

Hingga Minggu siang, donasi yang terkumpul baru sekitar Rp337 ribu.

Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan biaya operasi yang diperkirakan mencapai Rp20 juta.

“Lukanya parah, sampai kelihatan tulang belakangnya. Biaya operasinya diperkirakan Rp20 juta,” tambah Indarwati.

Aksi penggalangan dana itu turut mendapat dukungan dari Ketua RT 06 Kelurahan Maradekaya Selatan, Siti Nurhayati (46).

“Kasihan, makanya warga ikut galang dana karena pengobatannya tidak ditanggung BPJS,” katanya.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved