Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Seminar Saku Sultan 2026 Bahas Transformasi Transaksi Digital dan Masa Depan UMKM

Gerakan digitalisasi yang dibangun anak muda lokal perlu didukung karena memberikan dampak positif terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Siti Aminah
SEMINAR UMKM - Seminar Ekonomi Digital Saku Sultan 2026 bertema “Momentum Transformasi Transaksi Digital Menuju Ekonomi Bernilai dan Berbasis Aset” di Ballroom Theater UNM Menara Phinisi Lantai 2, Jalan AP Pettarani, Makassar, Minggu (10/5/2026). Agenda dihadiri Bupati Maros Chaidir Syam. ( 

Menurutnya, pemanfaatan transaksi digital bukan sekadar tren.

Tetapi telah menjadi bagian dari ekosistem ekonomi baru yang mendukung kemajuan daerah dan ekonomi keluarga.

Asisten I Pemerintah Kota Makassar Irwan Bangsawan dalam sambutannya menegaskan komitmen Pemkot Makassar dalam mempercepat digitalisasi di berbagai sektor.

Ia menyebut Makassar sebagai kota metropolitan dan pusat pertumbuhan ekonomi terus mendorong transformasi digital.

Mulai dari pelayanan publik, sistem pembayaran digital hingga pengembangan UMKM berbasis teknologi.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga melahirkan ide baru, kolaborasi dan solusi nyata dalam memperkuat ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menilai perkembangan teknologi digital telah mengubah pola transaksi dan distribusi ekonomi masyarakat secara drastis.

Menurutnya, saat ini masyarakat semakin bergantung pada gadget dan layanan digital untuk aktivitas sehari-hari, termasuk pembayaran dan distribusi barang.

“Dalam satu detik sekarang orang bisa memesan jasa jemput paket atau ekspedisi lewat gadget. Kalau UMKM tidak bisa beradaptasi dengan perubahan, maka akan tertinggal,” katanya.

Ia juga menyoroti perubahan perilaku masyarakat dalam sistem pembayaran. 

Menurutnya, penggunaan uang tunai kini mulai berkurang dan digantikan transaksi digital melalui QRIS maupun platform pembayaran elektronik lainnya.

“Sekarang orang bawa dompet fisik mungkin hanya Rp100 ribu sampai Rp200 ribu. Tapi kalau transaksi besar mereka menggunakan alat pembayaran digital,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Pemkot Makassar juga menegaskan dukungannya terhadap pengembangan sumber daya manusia digital melalui program Makassar Digital Hub.

Program tersebut menjadi pusat pelatihan bagi anak muda untuk meningkatkan keterampilan digital dan kesiapan kerja di era teknologi.

“Kita punya Makassar Digital Hub. Anak-anak muda yang belum bekerja bisa dilatih di sana, diajarkan keterampilan, kemudian dipersiapkan masuk dunia kerja atau membangun usaha mandiri,” ujarnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved