Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ekonomi Tak Stabil, Operasional Panti Asuhan di Makassar Terjepit

Pengurus Panti Asuhan Nahdiyat, Ayu, mengaku merasakan dampak kenaikan kebutuhan pokok dan barang-barang lainnya.

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Kaswadi Anwar
PANTI ASUHAN – Anak yatim piatu Panti Asuhan Nahdiyat zikir bersama untuk kemenangan PSM Makassar di Musalah Panti Asuhan Nahdiyat, Jl Anuang No 138, Kelurahan Maricaya Selatan, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (4/5/2026). Panti Asuhan Nahdiyat terdampak dengan situasi ekonomi tak stabil. 

Untuk itu, pengurus biasanya kerap merogoh kantong pribadi untuk keperluan anak.

Sebagian pengurus berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan swasta.

“Kami keluarkan dari kantong pribadi, tanggung jawab kami sebagai orangtua. Kami tambah biaya sekolah,” sebut perempuan yang mengenakan baju putih dan jilbab pink ini saat ditemui.

Ayu menyebut, idealnya operasional panti asuhannya di kisaran Rp 40 juta sampai Ro 50 juta.

Jumlah ini sudah dapat memenuhi seluruh kebutuhan anak yatim piatu dan operasional.

“Kalau idealnya mungkin Rp 40 sampai Rp 50 juta baru aman bergerak,” ujarnya.

Tak Punya Donatur Tetap

Ayu mengungkapkan, Panti Asuhan Nahdiyat saat ini tak mempunyai donatur tetap.

Kondisi ini terjadi ketika pandemi Covid-19. Banyak donatur yang sebelumnya rutin membantu, kini tak begitu aktif lagi.

Penyebabnya, usaha donator terdampak saat Covid-19 melanda.

“Pas Covid terasa sekali, karena banyak pengusaha dulu menyumbang, usahanya terdampak,” ungkapnya.

Ayu pun mengenang masa-masa sulit ketika Covid-19 dari 2019 hingga 2022.  Situasi semakin berat dialami.

Hampir setiap hari anak-anak hanya makan dengan menu seadanya. Terpenting sehat.

“Covid dari 2019-2022, asli setiap hari makan tempe saja, ditemani nasi dan kecap. Terpenting saat itu anak-anak tidak sakit,” kenangnya.

Baca juga: 55 Anak Yatim Panti Asuhan Assyifa Makassar Sumringah Terima Santunan

Menurutnya, menurunya jumlah donatur pasca Covid-19 masih sangat dirasakan hingga sekarang.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved