Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Aspal Naik

Aspal Lebih Nyaman, Beton Tahan Lama

Beton dikenal lebih tahan lama. Material ini kuat menahan beban kendaraan berat dan relatif minim perawatan dibandingkan aspal.

Tayang:
Ist
TAHAN LAMA - Qadriathi Daeng Bau, Pengamat Transportasi dari UNM. Dia menyatakan beton lebih tahan lama. Material ini kuat menahan beban kendaraan berat dan relatif minim perawatan dibandingkan aspal. 

Oleh: Qadriathi Daeng Bau
Pengamat Transportasi dari UNM

TRIBUN-TIMUR.COM - Penggunaan beton kini semakin dominan dalam pembangunan jalan, menggantikan aspal di sejumlah ruas, khususnya di jalan provinsi dan perkotaan.

Meski begitu, aspal tidak sepenuhnya ditinggalkan.

Pemilihannya tetap bergantung pada kondisi dan fungsi jalan yang akan dibangun.

Secara umum, baik aspal maupun beton memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Keduanya tidak bisa dibandingkan secara mutlak karena memiliki karakteristik berbeda.

Baca juga: Harga Aspal Meroket 53 Persen

Beton dikenal lebih tahan lama.

Material ini kuat menahan beban kendaraan berat dan relatif minim perawatan dibandingkan aspal.

Di sejumlah ruas jalan di Kota Makassar, penggunaan beton mulai banyak diterapkan.

Selain lebih awet, biaya perawatannya juga cenderung lebih rendah dalam jangka panjang.

Namun, beton bukan tanpa kelemahan.

Proses pengerjaannya membutuhkan waktu lebih lama karena melibatkan pembesian dan tahapan konstruksi yang lebih kompleks.

Kondisi ini kerap berdampak pada arus lalu lintas.

Baca juga: Kontraktor di Sulsel Kelimpungan Harga Aspal Meroket

Pengerjaan biasanya dilakukan bertahap, sehingga memicu kemacetan selama proyek berlangsung.

Selain itu, jika terjadi kerusakan, perbaikan jalan beton cenderung lebih rumit.

Permukaannya juga lebih berisik saat dilalui kendaraan dibandingkan jalan beraspal.

Dalam dunia teknik sipil, jalan beton dikenal sebagai rigid pavement, yang menekankan kekakuan dan kekuatan strukturnya.

Sebaliknya, aspal menawarkan kenyamanan lebih bagi pengguna jalan.

Permukaannya lebih halus, minim getaran, dan tidak menimbulkan kebisingan berlebih.

Dari sisi pengerjaan, aspal juga lebih cepat.

Proses pelaksanaannya relatif sederhana dan tidak membutuhkan waktu lama.

Baca juga: DPRD Sulsel Ingatkan Enam Proyek Jalan Terancam Molor

Kemudahan lain dari aspal adalah perawatannya yang fleksibel.

Jalan yang rusak dapat dengan cepat diperbaiki melalui metode tambal sulam.

Namun, daya tahan aspal cenderung lebih pendek.

Umur pakainya sangat bergantung pada kontrak pemeliharaan, biasanya berkisar lima hingga sepuluh tahun.

Aspal juga lebih rentan terhadap perubahan cuaca.

Suhu panas dapat membuatnya melunak, sementara suhu dingin berpotensi menyebabkan retak.

Kemampuan menahan beban berat pun lebih rendah dibandingkan beton.

Karena itu, jalan dengan lalu lintas kendaraan berat umumnya lebih cocok menggunakan beton.

Pada akhirnya, pemilihan jenis perkerasan jalan kembali pada kebutuhan.

Untuk jangka panjang, beton sering menjadi pilihan meski biayanya lebih tinggi.

Sementara itu, aspal lebih dipilih untuk efisiensi biaya, kenyamanan, dan kecepatan pengerjaan.

Faktor lain turut menentukan adalah kontrak proyek dan ketersediaan anggaran.

Proyek dengan durasi panjang dan beban berat cenderung memilih beton.

Sebaliknya, proyek dengan anggaran terbatas dan waktu pengerjaan singkat lebih banyak menggunakan aspal.

Selain itu, aspek tenaga kerja juga menjadi pertimbangan.

Pengerjaan beton yang lebih lama membutuhkan tenaga kerja lebih banyak dalam waktu panjang.

Sedangkan aspal memungkinkan pekerjaan selesai lebih cepat, sehingga kebutuhan tenaga kerja juga lebih efisien.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pemilihan antara aspal dan beton bukan sekadar soal material, melainkan keputusan strategis yang menyesuaikan fungsi, waktu, dan pembiayaan proyek.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved