Makassar Mencekam Akibat Geng Motor, Pakar Hukum Ingatkan Tugas Utama Polisi Lindungi Warga
Syarif Saddam Rivanie Parawansa, menilai aparat kepolisian perlu menetapkan skala prioritas dalam penanganan kejahatan
Ringkasan Berita:
- Dr Syarif Saddam Rivanie Parawansa menilai aparat kepolisian perlu menetapkan skala prioritas dalam penanganan kejahatan
- Menurutnya, maraknya aksi geng motor dan begal yang berpotensi mengancam nyawa masyarakat seharusnya menjadi fokus utama penegakan hukum
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Aksi geng motor kembali meresahkan warga dalam sepekan terakhir di Kota Makassar Sulsel.
Sejumlah insiden kekerasan, mulai dari penyerangan di jalan hingga teror di permukiman, memicu kekhawatiran publik terhadap keamanan di ibu kota Sulawesi Selatan tersebut.
Menanggapi situasi ini, pakar hukum pidana dari Universitas Hasanuddin, Dr Syarif Saddam Rivanie Parawansa, menilai aparat kepolisian perlu menetapkan skala prioritas dalam penanganan kejahatan.
Menurutnya, maraknya aksi geng motor dan begal yang berpotensi mengancam nyawa masyarakat seharusnya menjadi fokus utama penegakan hukum.
“Perlu digarisbawahi, polisi adalah pelindung dan pengayom masyarakat. Dengan meningkatnya kejahatan begal dan geng motor, ini harus menjadi prioritas utama,” kata Syarif Saddam saat dihubungi Tribun Timur Rabu (6/5/2026).
Polisi Dinilai Terbagi Fokus
Syarif menyoroti adanya pembagian fokus aparat, mulai dari pengamanan pertandingan sepak bola hingga pengawalan program tertentu. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi mengurangi efektivitas penanganan kejahatan jalanan.
“Harus ada yang diprioritaskan. Kejahatan geng motor dan begal ini mengancam keselamatan jiwa, sehingga penanganannya tidak bisa ditunda,” tegasnya.
Ia menambahkan, meskipun berbagai agenda pengamanan tetap penting, kepolisian perlu memastikan bahwa fungsi utama sebagai penjaga keamanan masyarakat tidak terabaikan.
Peran Masyarakat Juga Krusial
Di sisi lain, Syarif menekankan bahwa pemberantasan geng motor dan begal tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada aparat. Peran masyarakat dinilai penting, terutama dalam pencegahan.
Ia mendorong pendekatan edukatif dan persuasif kepada generasi muda agar tidak terjerumus dalam aksi kriminal.
“Perlu ada edukasi dan pendekatan humanis. Jangan sampai pelaku justru berasal dari lingkungan sekitar kita tanpa ada upaya pencegahan,” katanya.
Ancaman Nyata di Lapangan
| Mencekam! Geng Motor di Makassar Kini Pakai Pistol, Warga Langgau Diteror saat Subuh |
|
|---|
| Pengakuan Saksi Ketua RW, Aksi Geng Motor Berpistol Serang Pemukiman |
|
|---|
| Prof Laode: Pengawasan Polisi Masih Lemah! |
|
|---|
| Polisi Diminta Fokus Urus Geng Motor |
|
|---|
| Geng Motor Marak Lagi di Makassar, Guru Besar Hukum UMI: Polisi Tak Boleh Kalah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260506-Syarif-Saddam-Rivanie-Parawansa.jpg)