Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Aspal Naik 50 Persen, Kontraktor di Sulsel Meradang

GM Marketing & Operasional Kalla Aspal, Amril Arifin, Rabu (5/6/2026), menyebut kenaikan aspal bertahap sejak 2025. 

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
ASPAL - Amril Arifin GM Marketing & Operasional Kalla Aspal. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) menggerek harga aspal di Sulsel.  

Ringkasan Berita:
  • Kelangkaan BBM memicu kenaikan harga aspal di Sulawesi Selatan sejak 2025. 
  • GM Kalla Aspal, Amril Arifin, menyebut harga terus naik dan pasokan makin sulit, bahkan stok di Terminal Aspal Curah Parepare kosong sehingga distribusi harus mengambil dari luar provinsi dengan biaya lebih tinggi.
  • Krisis pasokan dipicu turunnya produksi global setelah pabrik aspal di Singapura dan Thailand berhenti akibat konflik di Selat Hormuz. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) menggerek harga aspal di Sulsel. 

GM Marketing & Operasional Kalla Aspal, Amril Arifin, Rabu (5/6/2026), menyebut kenaikan aspal bertahap sejak 2025. 

"Naik terus pak!," katanya lewat sambungan telepon. 

Menurut Amril, tidak sekedar mahal, pihaknya bahkan kesulitan menyuplai barang untuk kontraktor. 

Terminal Tangki Aspal Curah (TAC) Parepare sebagai pusat 'penampungan' utamanya kosong.

Jadilah pihaknya menambah biaya pengantaran karena mengambil aspal lintas provinsi, TAC Mamuju, Sulawesi Barat.

"Kami (justeru sibuk) mencari barang ini," katanya. 

Baca juga: Harga Aspal di Sulsel Naik Lebih 50 Persen, Proyek Jalan Terancam Molor

Dari hulu, stok aspal dalam negeri anjlok karena sejumlah pabrik produsen aspal dua negara eksportir utama Indonesia tutup karena konflik selat Hormuz. 

"Pabrik aspal Singapura dan Thailand itu stop produksi," katanya. 

Opsi eksportir lain seperti China juga sempat dipertimbangkan. Namun terkendala biaya distribusi. 

Kenaikan harga ini membuat kontraktor 'meradang', salah satunya perusahaan penyedia jasa konstruksi di Sulsel, PT Passokorang.

Direktur Teknik PT Passokorang, Hamsijar Ilham, menyebut kenaikan harga berkisar 50 persen. 

Sebelumnya kisaran Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram naik ke level Rp24.000 hingga Rp33.000 per kilogram.

Kondisi ini diperparah dengan sikap para pemasok yang enggan memberikan kepastian harga maupun pasokan dalam jumlah besar.

Ketidakpastian membuat supplier cenderung menahan distribusi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved