Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Geng Motor di Makassar

Prof Laode: Pengawasan Polisi Masih Lemah!

Guru Besar UMI Laode Husen menyoroti lemahnya pengawasan aparat kepolisian di tengah maraknya aksi geng motor.

Tayang:
Istimewa
GENG MOTOR - Sekelompok geng motor menyerang warung makan di Jalan Poros Maros–Pangkep, tepatnya di Lingkungan Barandasi, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (20/4/2026).   

Mereka kemudian melakukan penyerangan terhadap korban.

“Seorang dari geng motor tersebut menebas kepala pelapor menggunakan benda tajam. Setelah pelapor terjatuh, pelapor dilindas menggunakan sepeda motor oleh pelaku,” ujar AKP Wawan dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Usai kejadian itu, tim gabungan langsung bergerak.

Tim Resmob Polda Sulsel bersama Jatanras Polrestabes Makassar dan Polsek Bontoala melakukan penyelidikan.

Saat penyelidikan berlangsung di wilayah Kecamatan Tallo, polisi kembali mendapat informasi.

Terjadi penyerangan geng motor di Komplek Unhas, Jalan Sunu.

Tim gabungan kemudian menuju lokasi.

Di sana, polisi menemukan dua anggota geng motor yang telah dikepung warga.

Keduanya kemudian diamankan dari amukan massa.

Setelah dilakukan interogasi terhadap salah satu pelaku, MF, polisi memperoleh sejumlah nama lainnya.

Dari hasil pengembangan tersebut, dua pelaku lain berhasil diringkus.

Mereka ditangkap di Jalan Kandea 3 dan Jalan Barukang 2.

Keempat pelaku kemudian dibawa ke Posko Resmob Polda Sulsel di Jalan Hertasning.

Mereka menjalani pemeriksaan intensif.

Dari hasil interogasi, para pelaku mengaku terlibat dalam sejumlah aksi penyerangan.

Setidaknya di empat lokasi berbeda di Makassar.

Pertama, penyerangan di minimarket Jalan Pongtiku.

Aksi itu dilakukan bersama sekitar 20 orang menggunakan 12 sepeda motor.

Kedua, penyerangan di Jalan Urip Sumoharjo.

Sebanyak 24 orang terlibat dengan menggunakan 14 sepeda motor.

Ketiga, penyerangan di kawasan Monumen Korban 40.000 Jiwa.

Aksi tersebut melibatkan 16 orang dengan delapan sepeda motor.

Keempat, penyerangan di Jalan Al-Markaz dengan menggunakan balok.

Untuk proses hukum lebih lanjut, keempatnya diserahkan ke Polsek Bontoala.

Namun, kasus ini masih terus dikembangkan.

AKP Wawan mengungkapkan, sebagian besar pelaku merupakan anak di bawah umur.

Hal ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak.

Sementara itu, Kapolsek Bontoala, Kompol Andi Aris Abu Bakar, membenarkan adanya penyerahan tersebut.

Ia menyebut, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi.

“Masih sementara pemeriksaan saksi. Belum ada yang mengarah pelakunya,” ujarnya.

Menurutnya, keempat orang yang diamankan masih berstatus saksi.

Hal ini karena pelaku utama yang melakukan penebasan belum tertangkap.

“Yang melakukan pemarangan belum didapat. Artinya pelaku penganiayaan belum tertangkap,” jelasnya.

Polisi pun terus mendalami kasus ini.

Pengembangan dilakukan berdasarkan keterangan para saksi yang telah diamankan.

Upaya pengejaran terhadap pelaku lainnya masih terus dilakukan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved