Geng Motor di Makassar
Prof Laode: Pengawasan Polisi Masih Lemah!
Guru Besar UMI Laode Husen menyoroti lemahnya pengawasan aparat kepolisian di tengah maraknya aksi geng motor.
TRIBUN-TIMUR.COM - Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof Laode Husen, menyoroti lemahnya pengawasan aparat kepolisian di tengah maraknya aksi geng motor.
Ia menegaskan, polisi tidak boleh kalah dari geng motor yang kian meresahkan masyarakat.
Menurutnya, seluruh jajaran kepolisian harus bergerak aktif.
Mulai dari tingkat Polda, Polres hingga Polsek.
Semua harus terlibat dalam upaya pemberantasan.
Salah satu langkah yang dinilai penting adalah meningkatkan patroli.
Terutama di wilayah-wilayah yang rawan terjadi aksi geng motor.
Belakangan ini, aksi geng motor kembali marak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Mereka bahkan melakukan teror hingga ke pemukiman warga.
Aksi yang dilakukan tidak lagi sekadar konvoi.
Geng motor kerap membawa senjata tajam.
Mulai dari anak panah busur, parang, hingga pistol.
“Harus aktif patroli di masing-masing Polres sampai Polsek. Tidak boleh lengah, tidak boleh kalah dari geng motor,” kata Prof Laode, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, geng motor di Makassar umumnya beraksi pada waktu rawan.
Yakni pada dini hari hingga menjelang subuh.
Kondisi ini membuat masyarakat merasa tidak aman.
Terutama bagi warga yang masih beraktivitas pada jam-jam tersebut.
Karena itu, ia meminta patroli diperkuat pada waktu-waktu tersebut.
Menurutnya, kehadiran polisi di lapangan sangat penting untuk mencegah aksi kriminal.
Selain itu, tindakan tegas juga harus diambil.
Terutama jika aksi geng motor sudah mengarah pada tindak kriminal.
“Tindakan kepolisian harus memberi efek jera,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa sejumlah pelaku geng motor yang ditangkap masih berusia di bawah umur.
Hal ini menjadi perhatian serius.
Menurutnya, peran orangtua dan lingkungan sangat penting dalam mencegah keterlibatan anak-anak.
Pengawasan harus diperketat.
Pembinaan harus ditingkatkan.
Ia mendorong adanya keterlibatan berbagai pihak.
Mulai dari orangtua, tokoh masyarakat hingga pengurus RT dan RW.
“Pembinaan dengan melibatkan orangtua, tokoh masyarakat, aktifkan RT/RW. Semua harus bersinergi,” jelasnya.
Terkait penggunaan senjata api oleh aparat, Prof Laode menilai penindakan tegas memang diperlukan.
Namun, ia mengingatkan agar kepolisian tetap profesional.
Setiap tindakan harus sesuai prosedur.
Tidak boleh berlebihan.
“Intinya kepolisian bersikap profesional, harus tegas dalam penindakan,” pungkasnya.
Anggota Geng Motor Ditangkap
Empat anggota geng motor yang kerap menebar teror di sejumlah lokasi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berhasil ditangkap polisi.
Keempatnya masing-masing berinisial MRS, MR, MF, dan RA.
Mereka diamankan oleh Tim Resmob Polda Sulsel.
Dari tangan pelaku, polisi turut menyita barang bukti berupa tiga ketapel dan enam anak panah busur.
Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata, menjelaskan penangkapan ini bermula dari laporan warga.
Laporan tersebut terkait penyerangan terhadap tiga pemuda di Jalan Pongtiku.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (1/5/2026) dini hari.
Saat itu, korban yang berboncengan dengan temannya berpapasan dengan kawanan geng motor.
Namun, rombongan geng motor tersebut berbalik arah.
Mereka kemudian melakukan penyerangan terhadap korban.
“Seorang dari geng motor tersebut menebas kepala pelapor menggunakan benda tajam. Setelah pelapor terjatuh, pelapor dilindas menggunakan sepeda motor oleh pelaku,” ujar AKP Wawan dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Usai kejadian itu, tim gabungan langsung bergerak.
Tim Resmob Polda Sulsel bersama Jatanras Polrestabes Makassar dan Polsek Bontoala melakukan penyelidikan.
Saat penyelidikan berlangsung di wilayah Kecamatan Tallo, polisi kembali mendapat informasi.
Terjadi penyerangan geng motor di Komplek Unhas, Jalan Sunu.
Tim gabungan kemudian menuju lokasi.
Di sana, polisi menemukan dua anggota geng motor yang telah dikepung warga.
Keduanya kemudian diamankan dari amukan massa.
Setelah dilakukan interogasi terhadap salah satu pelaku, MF, polisi memperoleh sejumlah nama lainnya.
Dari hasil pengembangan tersebut, dua pelaku lain berhasil diringkus.
Mereka ditangkap di Jalan Kandea 3 dan Jalan Barukang 2.
Keempat pelaku kemudian dibawa ke Posko Resmob Polda Sulsel di Jalan Hertasning.
Mereka menjalani pemeriksaan intensif.
Dari hasil interogasi, para pelaku mengaku terlibat dalam sejumlah aksi penyerangan.
Setidaknya di empat lokasi berbeda di Makassar.
Pertama, penyerangan di minimarket Jalan Pongtiku.
Aksi itu dilakukan bersama sekitar 20 orang menggunakan 12 sepeda motor.
Kedua, penyerangan di Jalan Urip Sumoharjo.
Sebanyak 24 orang terlibat dengan menggunakan 14 sepeda motor.
Ketiga, penyerangan di kawasan Monumen Korban 40.000 Jiwa.
Aksi tersebut melibatkan 16 orang dengan delapan sepeda motor.
Keempat, penyerangan di Jalan Al-Markaz dengan menggunakan balok.
Untuk proses hukum lebih lanjut, keempatnya diserahkan ke Polsek Bontoala.
Namun, kasus ini masih terus dikembangkan.
AKP Wawan mengungkapkan, sebagian besar pelaku merupakan anak di bawah umur.
Hal ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak.
Sementara itu, Kapolsek Bontoala, Kompol Andi Aris Abu Bakar, membenarkan adanya penyerahan tersebut.
Ia menyebut, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi.
“Masih sementara pemeriksaan saksi. Belum ada yang mengarah pelakunya,” ujarnya.
Menurutnya, keempat orang yang diamankan masih berstatus saksi.
Hal ini karena pelaku utama yang melakukan penebasan belum tertangkap.
“Yang melakukan pemarangan belum didapat. Artinya pelaku penganiayaan belum tertangkap,” jelasnya.
Polisi pun terus mendalami kasus ini.
Pengembangan dilakukan berdasarkan keterangan para saksi yang telah diamankan.
Upaya pengejaran terhadap pelaku lainnya masih terus dilakukan.
geng motor
Geng Motor Makassar
Perampokan Rumah Mewah
Perampokan di Makassar
Curnak Marak di Bulukumba
| Geng Motor Diduga Keroyok Anak di Makassar, Bisa 9 Tahun Dipenjara Jika Terbukti |
|
|---|
| Kesaksian Pemilik Warung yang Diserang Geng Motor di Makassar: 12 Orang Pakai Parang Panjang |
|
|---|
| Geng Motor Makassar Kian Beringas! Serang Warung Dekat Polsek Mariso |
|
|---|
| VIDEO: Panah Sejoli Pulang Kerja, 6 Anggota Geng Motor Stelan Gacor di Makassar Ditangkap |
|
|---|
| Viral Geng Motor Berulah Lagi di Makassar, Lapak Jualan Warga Dirusak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260420-Geng-Motor-di-Maros.jpg)