Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Warga Paccerakkang Bersihkan TPS3R, Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

‎Kegiatan ini dipusatkan di area TPS3R di Jalan Poros Paccerakkang, tepatnya di RT 003 RW 002. 

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
JUMAT BERSIH - RT/RW Kelurahan Paccerakkang melaksanakan kegiatan kerja bakti bertajuk Jumat Bersih pada Jumat (1/5/2026). Lokasi TPS3R dipilih sebagai tempat kerja bakti dalam rangka pengaktifan kembali fasilitas pengolahan sampah tersebut. 

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - RT/RW se-Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, menggelar kegiatan kerja bakti bertajuk Jumat Bersih pada Jumat (1/5/2026).

‎Kegiatan ini dipusatkan di area TPS3R di Jalan Poros Paccerakkang, tepatnya di RT 003 RW 002. 

‎Lokasi tersebut menjadi fokus karena akan kembali difungsikan sebagai pusat pengolahan sampah berbasis masyarakat.

‎Ketua RW 002 Paccerakkang, Muhammad Amir, mengatakan kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 Wita hingga sekitar pukul 10.00 Wita. 

‎“Yang terlibat itu Ibu Lurah Paccerakkang, staf kebersihan, Pak Seklur, dan RT/RW se-Kelurahan Paccerakkang,” ujar Amir kepada Tribun-Timur.Com.

‎Ia menjelaskan, Jumat Bersih merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap pekan dengan sistem giliran di masing-masing RW.

‎“Kebetulan hari ini difokuskan di sini karena kita mau fungsikan kembali TPS3R dengan konsep TEBA dan pemilahan sampah,” jelasnya.

‎Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pembersihan menyeluruh di area TPS3R. 

‎“Tadi dibersihkan tempat maggot, tempat mobil, lokasi pilah sampah, sampai halaman kita bersihkan semua,” ungkap Amir.

‎Selain itu, pembersihan juga mencakup pengangkatan tumpukan daun kering serta pemangkasan pohon di sekitar lokasi.

‎“Banyak daun kering, termasuk daun ketapang yang sudah lama tidak dibersihkan. Itu kita angkat semua supaya kelihatan lebih rapi,” tambahnya.

‎Tak hanya kerja bakti, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembagian bibit tanaman kepada RT/RW berupa terong dan cabai.

‎“Saya bagikan sekitar 100 bibit terong dan lombok per RW untuk ditanam di TEBA masing-masing,” ujar Amir.

‎Ia menyebut, bibit tersebut berasal dari kelompok tani yang dikelolanya.

‎“Saya bibitkan sendiri, kemudian dibagi. Ini juga untuk mendukung program TEBA dan urban farming,” jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved