Wawancara Khusus
Husniah dan Nirawati Tegaskan Perempuan Tetap Rasional di Dunia Politik
Talkshow Makkunrai 2026 ini rangkaian peringatan Hari Kartini. Andi Nirawati tampil bersama Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang.
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Dalam konteks lebih besar, perempuan sering disebut sebagai tiang negara; ketika perempuannya rapuh, negara pun ikut rapuh.
Karena itu, untuk menilai kemajuan suatu negara, kita bisa melihat bagaimana kondisi dan peran perempuannya.
Di sinilah pentingnya kehadiran perempuan dalam ranah politik, yakni untuk melengkapi dan menyempurnakan pemikiran laki-laki sehingga tercipta keseimbangan dalam pengambilan keputusan.
Bagaimana keterwakilan perempuan di pemerintahan?
Husniah: Perempuan itu lebih tekun dalam bekerja. Kita punya kekuatan yang lebih kuat daripada laki-laki.
Namun, keterwakilan perempuan di lembaga eksekutif dan pemerintahan daerah masih bervariasi.
Jumlah menteri perempuan dalam kabinet relatif lebih sedikit dibandingkan laki-laki, sementara di tingkat daerah, hanya sebagian kecil perempuan yang menduduki posisi kepala daerah.
Sejumlah faktor dinilai menjadi penyebab belum optimalnya keterwakilan perempuan, di antaranya budaya patriarki, keterbatasan akses terhadap sumber daya politik dan finansial, serta belum maksimalnya dukungan partai politik dalam mendorong kader perempuan.
Meski demikian, pemerintah dan berbagai organisasi masyarakat sipil terus mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam politik.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat peran perempuan dalam proses pengambilan kebijakan publik.
Bagaimana menarik perempuan agar tertarik untuk masuk ke politik?
Husniah: Memang kalau kita memandang politik secara tunggal akan kelihatan berat.
Tapi ketika kita bisa menghadapi tantangan itu berarti kita sudah bisa menilai bahwa sebenarnya kita berada di politik yang paling bagus.
Menarik perempuan untuk tertarik masuk ke politik bukan soal “membujuk,” tapi soal menghilangkan hambatan dan membuat jalurnya terasa relevan, aman, dan berdampak.
Banyak perempuan sebenarnya sudah peduli pada isu publik—hanya saja lingkungan politik sering terasa eksklusif atau tidak ramah.
| Rachmatika Dewi: Makkunrai Kuasai Nilai Bisnis Rp2.279 Triliun |
|
|---|
| Jangan Panik! Stok BBM dan LPG di Sulsel Aman |
|
|---|
| Kisah Prof Adlin Sila Bimbing Mischka Aoki Menembus Jurnal Scopus Dunia |
|
|---|
| Athirah Kembangkan Soft Skill Siswa Lewat Kurikulum Terintegrasi |
|
|---|
| 57 Siswa Athirah Lulus ke Kampus Impian, 20 Diterima di UI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260424-Andi-Nirawati-DPRD-Sulsel.jpg)