Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PDAM Makassar

Direksi Baru PDAM Makassar Bakal Benahi SDM, Distribusi Pegawai Dirapikan

Dipimpin Andi Syahrum Makkuradde sebagai Plt Direktur Utama, penataan pegawai jadi salah satu prioritas.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Siti Aminah
PENATAAN PEGAWAI - Jajaran direksi baru Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar akan melakukan penataan pegawai. Dipimpin Andi Syahrum Makkuradde sebagai Plt Direktur Utama, penataan pegawai jadi salah satu prioritas. (SITI AMINAH).  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direksi baru Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar akan melakukan penataan pegawai. 

Dipimpin Andi Syahrum Makkuradde sebagai Plt Direktur Utama, penataan pegawai jadi salah satu prioritas.

Ia menyoroti pentingnya penataan dan disiplin pegawai untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menyebut, banyaknya laporan masyarakat menjadi indikator bahwa sistem kepegawaian belum berjalan optimal.

Menurutnya, keluhan paling sering muncul dari aspek pelayanan yang dinilai belum profesional.

“Kondisi bisa dilihat dari banyaknya laporan masyarakat. Terutama di pelayanan,” ujar Syahrum Makkuradde, Kamis (23/4/2026). 

Ia menegaskan, pelayanan publik seharusnya tetap prima dalam kondisi apa pun.

Pegawai dituntut menjaga sikap dan profesionalisme saat berhadapan dengan pelanggan.

Ia bahkan membandingkan dengan layanan perbankan yang tetap mengedepankan keramahan.

“Bagaimana masyarakat mau dilayani dengan baik, bagus toh itu kalau seperti di bank? Walaupun dia sebenarnya ada masalah, tetap dia senyum,” katanya.

Dalam pandangannya, pelanggan adalah pihak utama yang harus dihormati dalam layanan perusahaan.

Karena itu, kualitas kinerja pegawai dinilai sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.

“Kalau bagus kinerjanya pegawai, maka kinerja perusahaan pasti meningkat. Itu rumus,” tegasnya.

Selain pelayanan, ia juga menyoroti penampilan dan etika kerja pegawai.

Menurutnya, kebebasan berpakaian tidak berarti mengabaikan kerapian dan profesionalitas.

Ia mengaku sempat menegur pegawai yang berpakaian tidak pantas saat bertugas.

Penataan juga dilakukan melalui distribusi pegawai agar lebih merata di setiap wilayah kerja.

Ia menyebut, ada wilayah yang kelebihan pegawai, sementara wilayah lain justru kekurangan tenaga.

Kondisi tersebut dinilai menghambat efektivitas kerja di lapangan.

Karena itu, rotasi dan penyegaran pegawai akan terus dilakukan secara bertahap
.
“Di mana-mana organisasi pasti ada penyegaran-penyegaran kepegawaian. Karena di situlah kuncinya,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada praktik pendekatan personal dalam penempatan jabatan.

Menurutnya, profesionalisme harus menjadi dasar utama dalam setiap kebijakan kepegawaian.

Syahrum menambahkan, kewenangannya saat ini masih terbatas karena bersifat sementara.

Namun demikian, ia menargetkan dalam enam bulan ke depan kondisi pelayanan sudah jauh lebih baik.

Ia berharap, saat direksi definitif terbentuk nanti, sistem kerja dan pelayanan sudah tertata rapi.

Plt Direktur Umum PDAM Makassar, Andi Taufiq Aris (ATA), menegaskan, pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap kedisiplinan pegawai.

Ia menyatakan tidak akan ragu memberikan sanksi tegas bagi karyawan yang melanggar aturan.

“Kami akan terapkan sistem peringatan berjenjang. Mulai dari SP1 hingga SP3. Jika masih melanggar, akan kami keluarkan. Tidak ada kompromi,” ujarnya. (*) 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved