Makkunrai 2026
Pegadaian Tawarkan Akses KUR Tanpa Jaminan Bagi Perempuan Pengusaha
Jaminan terhadap pinjaman modal seringkali menjadi ganjalan memperoleh akses modal usaha.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Akses modal usaha bagi perempuan masih terbatas, terutama karena kendala jaminan pinjaman.
- Dian Angreini Ekawati berkomitmen memperkuat pemberdayaan perempuan lewat literasi keuangan dan akses permodalan.
- Program KUR tanpa jaminan dengan bunga rendah menjadi solusi agar perempuan bisa mengembangkan usaha dan naik kelas.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Akses modal usaha bagi perempuan kerap terbatas.
Jaminan terhadap pinjaman modal seringkali menjadi ganjalan memperoleh akses modal usaha.
Akhirnya usaha dijalankan dengan modal pas-pasan.
Kondisi ini sempat menjadi sorotan dari Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi.
Pimpinan Cabang Makassar PT Pegadaian, Dian Angreini Ekawati, menegaskan komitmennya mendorong pemberdayaan perempuan melalui literasi dan akses keuangan.
Pihaknya menyasar kelompok perempuan di tingkat komunitas.
Pegadaian masuk dalam majelis taklim dan lingkungan perumahan, memberikan edukasi pengelolaan keuangan rumah tangga.
Baca juga: Kisah Perempuan Memimpin di Barru Disorot Pembukaan Makkunrai 2026
“Kami selalu lakukan literasi keuangan menyasar majelis taklim, seringkali kami ke perumahan mengajarkan ibu-ibu mengolah sebagai menteri keuangan di rumah, bagaimana mengelola keuangan dengan baik,” ujar Dian Angreini Ekawati dalam talkshow di Makkunrai 2026, di Mall PiPo, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar pada Rabu (22/4/2026)
Selain literasi, Pegadaian juga membuka akses permodalan bagi perempuan.
Lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan skema yang terjangkau.
KUR bisa disalurkan kepada perempuan pengusaha bahkan tanpa jaminan.
Peluang inilah yang bisa dimanfaatkan setiap perempuan mengangkat usahanya naik kelas.
“Untuk pemberdayaan modal, kami hadir di pegadaian. Ada dana KUR tanpa jaminan. Dan untuk sewa modal sangat kompetitif yakni 0,14 persen. Murah sekali. Karena itu bantuan pemerintah. Persyaratannya ada usaha, dan belum pernah mendapatkan KUR dari lembaga lain,” jelasnya.
Kemudahan persyaratan menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses perempuan terhadap layanan keuangan formal.
Tak hanya itu, Pegadaian juga mendorong perempuan memulai merencanakan masa depan keluarga melalui investasi sederhana.
Salah satunya melalui produk tabungan emas.
Pegadaian memiliki layanan tabungan emas.
"Pegadaian ada tabungan emas, tidak perlu banyak. Cukup 10 ribu bisa buka tabungan emas. Bedanya kami, tabungannya itu saldo emas dan gram, setiap uang yang disetor akan terkonversi jadi emas," ujarnya.
Misalkan 500 ribu dikonversi jadi 0,4 gram.
"Itulah keuntungan tabungan emas kami. Karena bisa jadi hari ini nilai saldo 500 ribu, tidak menutup kemungkinan dengan kenaikan harga emas, dua bulan kedepan bisa jadi tabungan ibu 700 ribu atau 600 ribu,” katanya.
Melalui berbagai program, Pegadaian berharap perempuan dapat semakin mandiri secara finansial.
Kemudian mampu berkontribusi lebih besar dalam perekonomian keluarga.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz
| Kisah Perempuan Memimpin di Barru Disorot Pembukaan Makkunrai 2026 |
|
|---|
| Cicu Ulas Tantangan Perempuan: Akses Modal Sulit Hingga Beban Ganda Keluarga |
|
|---|
| Cicu Persembahkan Kado Perda Perlindungan Anak di Hari Kartini |
|
|---|
| Okinori Jajakan Ragam Varian Dimsum di Makkunrai, Mentai Favorit |
|
|---|
| Yuk Ngemil Bakso Bakar hingga Pempek di Makkunrai, Kedai Amel Pilihan Terbaik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-04-22-Pimpinan-Cabang-Makassar-PT-Pegadaian-Dian-Angreini-Ekawati.jpg)