Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makkunrai 2026

Kisah Perempuan Memimpin di Barru Disorot Pembukaan Makkunrai 2026

Andi Suruji menyebut Makkunrai sebagai simbol memperingati Hari Kartini.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/FAQIH
MAKKUNRAI 2026 - Pimpinan Umum Tribun Timur Andi Suruji, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi bersama sejumlah pihak dalam pembukaan Makkunrai 2026, di Mall PiPo, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar pada   Rabu (22/4/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Andi Suruji menyoroti peran penting perempuan sejak masa kerajaan di Sulsel, termasuk kisah kepemimpinan perempuan di Barru. 
  • Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Kartini dengan pendekatan lokal melalui konsep “Makkunrai” yang berarti perempuan dalam bahasa Bugis. 
  • Acara ini bertujuan membuka ruang ekspresi, inspirasi, dan kolaborasi bagi perempuan.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - "Selintas saya baca ternyata salah satu kerjaaan di Sulsel yaitu Barru pernah dipimpin perempuan selama 55 tahun," ujar Pimpinan Umum Tribun Timur, Andi Suruji.

Hal ini disampaikan Andi Suruji saat pembukaan Makkunrai 2026, di Mall PiPo, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan Makkunrai 2026 dalam rangka memperingati Hari Kartini.

Andi Suruji menyebut Makkunrai sebagai simbol memperingati Hari Kartini.

Namun bukan hanya diekspresikan lewat kebaya, melainkan memberikan ruang perempuan berekspresi

"Acara ini digagas teman Tribun selain memperingati hari kartini bukan hanya simbolis kebaya-kebaya, ada sesuatu diberikan Tribun memberikan ruang untuk berekspresi, aktualisasi dan inspiratif bagi perempuan," kata Andi Suruji.

Baca juga: Yuk Ngemil Bakso Bakar hingga Pempek di Makkunrai, Kedai Amel Pilihan Terbaik

Frasa Makkunrai dipilih sebagai wujud menghadirkan konteks lokal dalam memperingati perjuangan RA Kartini.

Makkunrai dalam bahasa Bugis artinya perempuan.

"Harapannya menjadi ruang aktualisasi kaum perempuan di Makassar dan secara umum di Sulsel," katanya.

Andi Suruji bercerita sejarah di Sulsel, perempuan pernah mencatat peran penting.

Salah satunya di sebuah kerajaan di Kabupaten Barru.

Kerajaan di Barru khususnya di Tanete pernah dipimpin Siti Aisyah We Tenriolle tahun 1855 hingga 1910.

Jejak sejarah ini menjadi pengingat peran penting perempuan sejak zaman kerajaan.

Andi Suruji pun menekankan pentingnya mengapresiasi peran perempuan dalam masyarakat.

Sekaligus terus membuka ruang aktualisasi perempuan dalam ruang publik.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved