Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Musda Golkar Sulsel 2025

Usman Marham Tambah Pendukung Appi, Pengamat Sebut Penghubung DPD II ke DPP

Adi Suryadi Culla menilai kehadiran Usman memiliki makna strategis dalam konteks komunikasi politik Musda Golkar

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
MUSDA GOLKAR SULSEL- Kolase pertemuan Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia dengan Usman Marham di Jakarta serta momen kebersamaan Munafri Arifuddin dan Usman Marham. Adi Surya ungkap peluang Appi usai Usman Marham gabung konsolidasi 

“Dalam situasi seperti ini, sering muncul figur yang menjembatani antara DPD II dan DPP. Kehadiran Usman Marham tidak bisa dianggap biasa,” tegasnya, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam praktik politik, keputusan penting tidak hanya ditentukan melalui mekanisme formal.

Namun, dinamika itu juga berjalan melalui proses informal di balik layar yang melibatkan peran tokoh-tokoh tertentu.

“Yang sangat menentukan itu justru lobi-lobi politik di balik layar. Di situlah terjadi negosiasi, pendekatan persuasif, dan upaya akomodasi kepentingan,” paparnya.

Dalam konteks tersebut, Adi menilai Usman Marham berpotensi memainkan peran sebagai penghubung antara kepentingan daerah dan pusat, terlebih dengan jejaring politik yang dimilikinya.

Ia juga mengungkap posisi Idrus Marham sebagai yang merupakan kakak dari Usman. 

Menurutnya, faktor ini bisa menjadi sinyal politik yang menguntungkan bagi kubu Munafri alias Appi.

“Keberadaan Idrus Marham bisa menjadi sinyal tersendiri dalam membaca arah dukungan di tingkat pusat,” ujarnya.

Meski begitu, Adi menekankan proses menuju Musda masih sangat dinamis. 

Ia menilai berbagai lobi politik dan komunikasi antar elite masih akan terus berlangsung sebelum keputusan final ditetapkan.

“Kita tidak bisa hanya melihat dukungan di atas kertas. Ada proses negosiasi dan kesepahaman politik yang akan sangat menentukan hasil akhirnya,” kata Wakil Ketua ICMI Sulsel itu.

Lebih jauh, Adi menilai dinamika di tubuh Golkar Sulsel saat ini masih sangat dipengaruhi sikap DPP Partai Golkar.

Menurutnya, arah keputusan di tingkat pusat menjadi faktor penentu dalam membaca peta Musda.

“Musda Golkar Sulsel ini masih sangat bergantung pada faktor DPP. Yang paling ditunggu adalah sikap DPP yang akan memberikan restu kepada figur calon ketua,” ujar Adi Suryadi.

Sikap Bahlil dinilai menjadi bentuk legitimasi politik yang menentukan arah akhir pemilihan. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved