2 Anggota DPRD Makassar Soroti Isu LGBT, Minta Pengawasan Kafe dan Kajian Perda
Muslih Misbah menilai persoalan LGBT menyentuh aspek sosial dan perlindungan generasi muda
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Muchlis menegaskan, tidak ada ruang pembelaan jika pelanggaran ditemukan.
Selain itu, Muchlis juga mengaitkan isu LGBT dengan peningkatan kasus HIV.
Ia menyampaikan kekhawatiran bahwa hal tersebut berdampak pada kesehatan masyarakat.
Ia bahkan menyebut kondisi ini sudah mulai masuk ke lingkungan sekolah.
Hal ini dinilai semakin mengkhawatirkan bagi masa depan anak-anak.
Karena itu, ia meminta adanya langkah konkret dari pemerintah.
Ia juga mengajak aparat seperti kepolisian dan TNI untuk ikut terlibat.
“Mari kita bersama-sama bagaimana LGBT kita bisa tekan di Kota Makassar,” tut
Sementara itu, legislator lainnya, Andi Hadi Ibrahim Baso, mengungkap, wacana pembentukan Perda terkait LGBT pernah dibahas sebelumnya.
Ia mengaku pernah menyampaikan langsung hal itu kepada wali kota.
Namun, menurutnya, rencana tersebut memicu pro dan kontra di masyarakat.
"Pro dan kontra tentang Perda itu begitu luar biasa,” keluhanya.
Meski demikian, ia menilai hal itu merupakan tantangan bagi pemerintah daerah.
Ia juga menyinggung sebuah kegiatan yang sempat direncanakan di salah satu pusat perbelanjaan.
Kegiatan tersebut akhirnya tidak mendapat izin dan dipindahkan lokasi.
| Masalah Air di Makassar Tak Pernah Tuntas, Ray Suryadi: Persoalan Sudah Berpuluh-puluh Tahun |
|
|---|
| Tuk Melintas dalam Kota di Luar Jam Operasional Jadi Sorotan DPRD Makassar |
|
|---|
| Rahmat Taqwa Kritik PDAM Makassar, Wahidin Beberkan Penyebab Air Tak Mengalir |
|
|---|
| New Makassar Mall Direvitalisasi, Legislator PKB Basdir: Adendum tak Sesuai Mekanisme |
|
|---|
| Ada Juga Anggaran Kapas Wajah hingga Jengkol Rp9,7 M di APBD Sulsel 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260420-Muchlis-Misbah-kanan-dan-Andi-Hadi-Ibrahim.jpg)