Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wakil Ketua DPRD Sulsel Imbau Warga Irit BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

Rahman Pina masa paling krisis terkait BBM telah berhasil dilewati Indonesia berkat kinerja Bahlil

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
DPRD SULSEL - Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina ditemui di Mama Cafe, Jalan Letjen Hertasning, Makassar, Jumat (10/4/2026). Rahman Pina meminta warga irit menggunakan BBM di tengah konflik Timur Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Rahman Pina, mengimbau masyarakat menggunakan bahan bakar minyak (BBM) secara bijak dan seperlunya
  • Hal itu disampaikan Rahman Pina di tengah perang Timur tengah yang belum berakhir

 

TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Rahman Pina, mengimbau masyarakat menggunakan bahan bakar minyak (BBM) secara bijak dan seperlunya. 

Imbauan ini disampaikan di tengah dampak konflik Timur Tengah yang terus memanas. 

Salah satunya penutupan jalur kapal tanker minyak di Selat Hormuz yang memengaruhi stabilitas energi global.

Rahman Pina mengatakan, berdasarkan penjelasan Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam acara halal bihalal, masa paling krisis terkait BBM telah berhasil dilewati Indonesia. 

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan ketahanan energi nasional dalam menghadapi gejolak global.

“Kalau melihat penjelasan Pak Menteri ESDM (Bahlil), masa paling krisis itu sudah lewat dan Indonesia berhasil melewatinya. Ini menjadi salah satu bentuk penanganan krisis BBM yang cukup baik,” ujar Rahman Pina saat ditemui di Mama Cafe, Jalan Letjen Hertasning, Makassar, Jumat (10/4/2026).

Sekretaris Golkar Sulsel itu menilai, dibandingkan dengan sejumlah negara lain yang telah mengalami lonjakan harga BBM hingga pembatasan penggunaan, Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif stabil. 

Bahkan, di beberapa negara, masyarakat harus berjalan kaki ke tempat kerja akibat keterbatasan pasokan energi.

Meski demikian, Rahman Pina mengingatkan bahwa stabilitas tersebut tidak boleh membuat masyarakat lengah. 

Ia menilai upaya edukasi dan kesadaran kolektif penting untuk membiasakan penghematan energi.

“Walaupun kondisi kita relatif stabil, gerakan penghematan BBM tetap harus dilakukan. Gunakan BBM seperlunya, gunakan kendaraan seperlunya, dan lakukan aktivitas seperlunya sepanjang tidak mengurangi produktivitas,” tegasnya.

Menurutnya, langkah penghematan ini menjadi bentuk antisipasi terhadap dinamika global yang belum sepenuhnya stabil. 

Hal ini menyusul kondisi global yang masih bergejolak, khususnya akibat konflik di Timur Tengah.

Ia pun berharap masyarakat Sulsel dapat berperan aktif dalam menjaga stabilitas energi dengan tidak melakukan pemborosan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved