Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

1.304 Kasus Suspek Campak di Sulsel: Wajo, Sinjai, Luwu dan Makassar Status KLB

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel dr Evi Mustikawati Arifin mencatat wilayah KLB campak di Kabupaten Wajo, Sinjai, Luwu dan Kota Makassar.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
 KLB CAMPAK - Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Evi Mustikawati Arifin saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel pada  Senin (13/4/2026). Saat ini ada 1.304 kasus suspect, 164 diantaranya positif campak. Empat daerah sudah ditetapkan KLB 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dr. Evi Mustikawati Arifin, mengonfirmasi penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di empat daerah, yaitu Kabupaten Wajo, Sinjai, Luwu, dan Kota Makassar
  • Pihak Dinkes kini tengah melakukan pemantauan ketat serta langkah-langkah intervensi medis untuk menekan laju penyebaran virus di wilayah-wilayah terdampak tersebut.
  • Kenaikan kasus ini menjadi alarm bagi masyarakat untuk kembali memperhatikan kelengkapan imunisasi anak.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR  - Empat daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel dr Evi Mustikawati Arifin mencatat wilayah KLB campak di Kabupaten Wajo, Sinjai, Luwu dan Kota Makassar.

"Jumlah kasus suspek itu sekitar 1.304 kasus, namun positif itu baru 169 kasus dinyatakan positif campak," jelas dr Evi Mustikawati Arifin saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar pada Senin (13/4/2026).

dr Evi menyebut pasien positif tentunya wajib melakukan pengobatan.

Sementara fokus pemerintah saat ini melakukan mitigasi terhadap penyebaran campak.

Target utamanya yakni mempercepat imunisasi pada anak-anak di wilayah terkait.

Baca juga: Torut Satu-satunya Daerah Terapkan Manajemen Talenta Isi JPT Pratama, 23 Daerah di Sulsel Belum

"Kita telah melakukan pemberian imunisasi tambahan pada daerah KLB tersebut. 

Kita juga sudah lakukan imunisasi campak bagi anak-anak yang belum lengkap," katanya.

Ciri-ciri campak umumnya meliputi demam tinggi 39-40 celcius. 

Disertai dengan batuk kering, pilek, mata merah (konjungtivitis) dan munculnya ruam merah makulopapular. 

Ruam biasanya muncul 3-5 hari setelah gejala awal.

Biasanya mulai dari belakang telinga atau wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh. Kerap juga muncul bercak putih kecil (bercak Koplik) di dalam mulut sering muncul sebelum ruam. 

Masyarakat pun diminta segera melakukan imunisasi pada anak.

"Semua tersedia (di puskesmas) imunisasi campak. Gratis semua," katanya.

Bagi anak yang belum imunisasi, dr Evi meminta untuk menjaga aktivitas kontak.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved