Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DLH Makassar Usul Tambahan Anggaran TPA dan PSEL hingga Rp60 Miliar

Kepapa DLH Makassar, Helmy Budiman menyampaikan, anggaran khusus TPA tercatat hanya sekitar Rp10 miliar per tahun.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Ansar
Istimewa
PSEL - Wali Kota Makassar meninjau kesiapan lahan di TPA Tamangapa, Antang Kecamatan Manggala, Selasa (7/4/2026). Munafri melihat langsung kondisi TPA, ia juga memetakan wilayah yang akan dijadikan lokasi pembangunan PSEL. 

Tidak hanya alat berat, kebutuhan tanah urug juga menjadi komponen penting dalam operasional TPA.

Tanah tersebut digunakan untuk menutup timbunan sampah agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.

Pemkot juga menyoroti kondisi kolam lindi yang memerlukan pembenahan.

Kolam ini berfungsi untuk menampung dan mengolah cairan hasil pembusukan sampah agar tidak mencemari lingkungan.

Selain itu, dibutuhkan bahan kimia untuk menangani pencemaran di area TPA yang luasnya mencapai lebih dari 17 hektare.

Untuk menjawab berbagai kebutuhan tersebut, Pemkot Makassar mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp29 hingga Rp30 miliar khusus untuk pembenahan TPA.

Anggaran tersebut akan difokuskan pada perbaikan alat berat, pengadaan material, serta peningkatan fasilitas pendukung lainnya.

Di luar itu, DLH juga mengajukan anggaran tambahan untuk mendukung pembangunan Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Untuk tahap awal, kebutuhan pembebasan lahan PSEL diperkirakan mencapai Rp30 miliar.

“Jadi total yang kita usulkan hari ini kurang lebih Rp60 miliar,” ungkapnya.

Dengan demikian, total usulan anggaran yang diajukan ke TAPD mencapai sekitar Rp60 miliar.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan, proyek PSEL merupakan program strategis yang tidak bisa ditunda.

Adapun nilai investasi PSEL mencapai Rp3 triliun. 

PSEL akan menghasilkan energi listrik sekitar 20 hingga 25 mega Watt (MW). 

Dalam proses produksinya, teknologi ini membutuhkan 1000 ton sampah sebagai bahan baku produksi setiap hari. 

Hanya saja, kapasitas sampah di Kota Makassar tak mampu mencukupi bahan baku tersebut. 

Produksi sampah harian di Makassar sisa 800 ton per hari.

Karenanya, butuh tambahan dari daerah tetangga, Kabupaten Maros dan Gowa untuk mencukupi kebutuhan tersebut.

Gowa akan memasok sampah sekira 150 ton per hari, sementara Maros 50 ton. (*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved