Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DLH Makassar Usul Tambahan Anggaran TPA dan PSEL hingga Rp60 Miliar

Kepapa DLH Makassar, Helmy Budiman menyampaikan, anggaran khusus TPA tercatat hanya sekitar Rp10 miliar per tahun.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Ansar
Istimewa
PSEL - Wali Kota Makassar meninjau kesiapan lahan di TPA Tamangapa, Antang Kecamatan Manggala, Selasa (7/4/2026). Munafri melihat langsung kondisi TPA, ia juga memetakan wilayah yang akan dijadikan lokasi pembangunan PSEL. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mengusulkan penambahan alokasi anggaran untuk pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala. 

Usulan ini muncul atas keterbatasan anggaran yang dinilai belum mampu mengakomodasi kebutuhan pengelolaan sampah secara optimal.

Kepapa DLH Makassar, Helmy Budiman menyampaikan, anggaran khusus TPA tercatat hanya sekitar Rp10 miliar per tahun.

Jika dibandingkan dengan total APBD, angka tersebut hanya berada di kisaran 0,016 persen, jauh dari proporsi ideal sektor lingkungan hidup.

Di sisi lain, produksi sampah di Kota Makassar terus meningkat setiap tahun.

Berdasarkan data yang disampaikan, volume sampah harian mencapai sekitar 1.043 ton.

Jika diakumulasi, jumlah tersebut setara dengan sekitar 300 ribu metrik ton sampah per tahun.

Dengan volume sebesar itu, sistem pengelolaan sampah dituntut untuk lebih modern dan terstandar.

Salah satu metode yang direncanakan adalah penerapan sanitary landfill. 

“Kalau kita mau pakai sistem sanitary landfill, harus ada penutupan tanah harian atau mingguan,” ucap Helmy Budiman, Minggu (12/4/2026). 

Metode ini mengharuskan adanya penutupan sampah secara rutin menggunakan tanah, baik harian maupun mingguan.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan anggaran operasional.

Selain itu, kondisi sarana dan prasarana di TPA juga menjadi perhatian serius pemerintah.

Sejumlah alat berat dilaporkan mengalami kerusakan dan tidak berfungsi dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan, terdapat tujuh unit ekskavator yang saat ini dalam kondisi mangkrak dan membutuhkan perbaikan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved