TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lurah Mannuruki, Edwin Pahreza, saat ini fokus membenahi tata kelola sampah di wilayahnya.
Sebagai langkah awal, ia mengatakan fokus pada penyelesaian masalah tumpukan sampah yang kerap muncul di sejumlah titik.
Tumpukan sampah tersebut di antaranya kerap muncul di Jalan Poros Sultan Alauddin, Jalan Mannuruki 11, serta Jalan Sultan Alauddin perbatasan Mangasa.
“Persoalan timbulan sampah menjadi fokus langkah awal kita menata pengelolaan sampah di Mannuruki,” ujarnya kepada Tribun-Timur, Kamis (8/4/2026).
Ia menjelaskan, timbulan sampah salah satunya disebabkan oleh lambannya pengangkutan akibat keterbatasan armada kebersihan.
“Terbatasnya armada kebersihan dan petugas yang menjadi kendala,” ucapnya.
Selain itu, ada juga warga yang justru menambah penumpukan sampah di titik-titik tersebut.
“Melihat ada tumpukan, malah menambah lagi,” katanya.
Saat ini, pihaknya tengah berupaya mengatur skema pengangkutan agar sampah tidak kembali menumpuk.
Selain itu, ia juga menginstruksikan kepada RT/RW untuk terus melakukan edukasi kepada warga dalam mengelola sampah.
“Memaksimalkan RT/RW untuk mengingatkan kepada warga agar menjaga kebersihan dan tidak menambah tumpukan sampah yang ada,” jelasnya.
Di saat yang bersamaan, ia mengatakan bersama seluruh RT/RW tengah merancang pembentukan bank sampah.
Bank sampah ini akan menjadi saluran penghimpun sampah yang diharapkan mampu mengurangi beban pengangkutan.
Sampah plastik nantinya akan dihimpun oleh bank sampah, lalu disalurkan ke Bank Sampah Pusat (BSP).
“Besok sudah kita launching bank sampah,” ucapnya.