Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dari UN ke TKA, Sistem Evaluasi Pendidikan Kini Fokus Kemampuan Berpikir

Tes Kompetensi Akademik (TKA) kini menjadi instrumen baru dalam sistem evaluasi pendidikan yang menggantikan peran Ujian Nasional (UN). 

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Muh Hasim Arfah
Dinas Pendidikan Sinjai
UJIAN SEKOLAH - Suasana ujian sekolah kelas 9 di SMPN 1 Sinjai, Sinjai Utara, menggunakan chromebook. Tes Kompetensi Akademik (TKA) kini menjadi instrumen baru dalam sistem evaluasi pendidikan yang menggantikan peran Ujian Nasional (UN).  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tes Kompetensi Akademik (TKA) kini menjadi instrumen baru dalam sistem evaluasi pendidikan yang menggantikan peran Ujian Nasional (UN). 

Berbeda dengan sistem lama, TKA tidak lagi berorientasi pada kelulusan siswa, melainkan sebagai alat pemetaan kemampuan akademik.

Kepala SMP Negeri 3 Makassar, Kaswadi menyampaikan, TKA dirancang untuk mengukur kemampuan dasar siswa, khususnya dalam aspek literasi dan numerasi.

“Karena TKA itu orientasinya sebagai pemetaan seleksi sekolah, sehingga diharapkan sekolah tidak dibuat-buat persiapannya. Tapi memang dari awal dilakukan melalui proses pembelajaran,” ucap Kaswadi kepada Tribun Timur, Selasa (31/3/2026).

Lebih lanjut, hasil TKA justru dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dasar dalam seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.

Khususnya melalui jalur prestasi akademik pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA.

Baca juga: Kabid Pembinaan SD Luwu Nilai Pelaksanaan UN Tak Menjamin Perkembangan Kognitif Siswa

“Diharapkan siswa tetap mengikuti karena nanti bisa menjadi dasar untuk jalur prestasi saat melanjutkan ke SMA,” tambahnya.

TKA sendiri tidak menguji mata pelajaran tertentu seperti halnya ujian nasional.

Penilaian difokuskan pada kompetensi literasi dan numerasi, termasuk kemampuan berpikir kritis, bernalar, hingga pemecahan masalah.

“Yang diteskan itu bukan mata pelajaran, tapi kemampuan berpikir kritis, evaluasi, dan problem solving. Jadi terintegrasi semua pelajaran,” katanya.

Dengan konsep tersebut, sekolah juga diimbau tidak lagi menggelar try out secara masif seperti pada era Ujian Nasional

Pemerintah ingin menghindari praktik pembelajaran instan atau karbitan yang hanya berorientasi pada hasil ujian.

“Kita tidak mau anak-anak dikarbit kompetensinya. Diharapkan siswa santai saja, tidak perlu stres,” katanya.

Perubahan ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sejak menghapus Ujian Nasional dan menggantinya dengan Asesmen Nasional (AN). 

Dalam sistem baru, evaluasi pendidikan menitikberatkan pada penguatan kompetensi dasar serta karakter siswa.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved