Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

SPBU Pettarani Makassar Padat, Kendaraan Mengular Hingga Jalan Raya

Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan mengular hingga keluar area SPBU dan memakan badan jalan.

Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Siti Aminah
ANTREAN BBM - Antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular di SPBU Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (31/3/2026). Kepadatan kendaraan hingga ke badan jalan menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Antrean panjang kendaraan terlihat di salah satu SPBU milik Pertamina di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Selasa (31/3/2026).

Pertamina 73.902.02 tersebut berdiri tepat di sebelah Hotel Amaris Pettarani. 

Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan mengular hingga keluar area SPBU dan memakan badan jalan.

Kondisi ini membuat arus lalu lintas di ruas Jalan AP Pettarani mengalami perlambatan, terutama dari arah pusat kota menuju kawasan Panakkukang dan Boulevard. 

Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat terlihat harus menunggu giliran cukup lama untuk mengisi bahan bakar.

Bahkan, truk dan mobil pribadi tampak berdesakan di pintu masuk SPBU, memperparah kemacetan di sekitar lokasi.

Antrean didominasi kendaraan yang hendak mengisi BBM jenis subsidi maupun non subsidi. 

Beberapa pengendara memilih tetap bertahan dalam antrean meski harus menunggu di bawah terik matahari.

Fenomena antrean di SPBU terjadi beberapa hari belakangan. 

Seorang pengendara yang ditemui di lokasi mengaku telah mengantre lebih dari 20 menit. 

“sudah hampir stengah jam disini belum dapat giliran," ucap salah satu pengendara. 

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan BBM di wilayah Makassar dalam kondisi aman dan terjaga. 

Hal itu menyusul adanya antrean kendaraan yang mengular hingga sekitar 1 kilometer di beberapa SPBU.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan, antrean yang terjadi merupakan dampak dari meningkatnya kebutuhan BBM.

Utamanya seiring tingginya mobilitas masyarakat pada periode arus balik, khususnya dari wilayah Toraja yang melintas menuju Enrekang dan Makassar.

“Peningkatan volume kendaraan dari arus balik, termasuk pergerakan masyarakat dari Toraja yang melintasi jalur Enrekang, berdampak langsung pada lonjakan kebutuhan BBM di SPBU. Kondisi ini mendorong antrean lebih panjang dari biasanya, terutama di titik-titik dengan trafik tinggi,” jelas Lilik.

Ia menambahkan, distribusi energi tetap berjalan dengan pengawasan intensif dan dukungan koordinasi lintas sektor untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

“Pertamina bersama pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan pengelola SPBU terus memperkuat pengaturan di lapangan, termasuk penempatan marshall SPBU untuk membantu mengatur antrean agar tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas,” lanjutnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager Sulsel II Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah, menegaskan, secara umum stok BBM berada dalam kondisi mencukupi dan terus disalurkan sesuai kebutuhan.

“Penyaluran BBM berjalan normal dan kami memastikan pasokan tetap tersedia. Dinamika antrean yang terjadi lebih disebabkan oleh peningkatan demand selama arus balik. Kami juga telah mengoptimalkan suplai serta mempercepat distribusi ke SPBU untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan di lapangan,” terang Ridho.

Pertamina juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM secara bijak sesuai kebutuhan. 

Pola konsumsi yang wajar akan membantu menjaga distribusi tetap merata dan menghindari kepadatan yang tidak perlu di SPBU.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk melakukan pengisian BBM di lembaga penyalur resmi guna mendapatkan produk dengan kualitas terjamin dan harga sesuai ketentuan. 

Apabila menemukan kendala layanan atau indikasi pelanggaran di lapangan, masyarakat dapat segera melaporkan melalui Pertamina Call Center (PCC) 135 sebagai saluran resmi pengaduan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus memperkuat monitoring, memastikan distribusi berjalan optimal.

Serta mengambil langkah cepat di lapangan guna menjaga akses energi bagi masyarakat tetap lancar dan terkendali.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved